Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Rektor Unimed: Kemajuan Daerah Ditentukan Kualitas Pendidikan

- Senin, 28 November 2016 19:57 WIB
241 view
Medan (SIB) -Rektor Universitas Negeri Medan Prof Dr Syawal Gultom mengatakan, tidak ada kemajuan suatu negara melebihi kemajuan pendidikannya, dan begitu juga kemajuan suatu daerah ditentukan dengan kualitas pendidikan. 

"Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sudah menginjakkan usianya ke- 71 tahun, dan usia yang cukup senior untuk menciptakan generasi-generasi unggul," kata Syawal di Batubara, Jumat.

Hal tersebut dikatakan Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) pada seminar memperingati Hari Guru dan Ulang Tahun PGRI ke-71 dan Penandatanganan MoU dengan Pemkab Batubara di Aula Sekolah SMKN 1 Kecamatan Air Putih.

Rektor mengatakan, di tangan guru, generasi Indonesia akan lahir dan bertumbuh. Namun ketika melihat fenomena yang terjadi saat ini, semakin tinggi prestasi dan nilai belajarnya semakin menurun prilaku dan sopan santunnya.

Ini merupakan tantangan bagi para guru untuk mempelajari kemungkinan adanya kesalahan dengan dunia pendidikan Indonesia saat ini.

"Kita harus mengubah cara mengajar guru yang berfokus pada pengetahuan dan keterampilan saja, namun yang seharusnya perhatian dan difokuskan adalah sikap dan perilaku," ujar Syawal.

Ia menyebutkan, orang pintar di Indonesia cukup banyak, namun hanya sedikit orang baik dan jujur. Jika pengetahuan dan keterampilan tidak didasari dengan sikap yang baik maka akan menciptakan seorang "monster" yang berbahaya bagi negeri ini.

Untuk itu, ia menghimbau agar para guru dapat mengubah cara mengajar dengan memperhatikan perkembangan sikap dan perilaku anak dengan mempersiapkan rencana pengajaran dan praktik, serta diskusi kelompok.

"Karena sekolah mengajarkan siswa untuk bekerja sama, bukan individual dan jadilah guru yang menginspirasi," ucapnya.

Syawal menambahkan, tugas guru adalah menciptakan peluang dan mengembangkan potensi dan bakat siswa, menciptakan suasana belajar mengajar yang nyaman sehingga siswa bisa menerima pengajaran dengan baik.

Memang tidak mudah merubah dan membentuk karakter siswa karena membutuhkan waktu yang lama. Namun kalau tidak dilakukan mulai dari sekarang, generasi kedepan akan rusak perilaku dan mentalnya.

Ia mengibaratkan air yang dituangkan ke dalam gelas yang terbalik, sehingga mustahil air itu masuk dan gelas terisi penuh. 

Namun jika air dituangkan ke gelas yang terbuka maka walaupun sedikit air yang dituang maka akan terus berisi di dalam gelas. 

"Sama halnya dengan ilmu pengetahuan, buatlah siswa merasa nyaman dan membutuhkan, maka ilmu yang disampaikan akan mudah diserap dan dilakukan," katanya.

Sementara itu, Bupati Batubara HOK Arya Zulkarnaen mengatakan, mengucapkan terima kasih kepada guru-guru yang telah membanggakan Kabupaten Batubara menjadi nomor satu bidang pendidikan di Sumatera Utara, dan untuk Indonesia diperingkat ke-4. (Ant/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru