Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Relawan Unpab Rampungkan Tugas di Pidie Jaya

- Senin, 09 Januari 2017 22:24 WIB
486 view
Medan (SIB) -Sebanyak 19 relawan Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan telah merampungkan tugas kemanusiaan membantu penanganan korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. 

"Relawan mahasiswa Unpab yang berasal dari berbagai fakultas berada di Pidie Jaya mulai  Minggu (11/12) sampai 14 Desember untuk membantu penanganan korban gempa,"  kata pimpinan relawan Unpab, Adian Hakim Nasution SP, setiba kembali di Kampus Unpab, Jalan Gatot Subroto Km 4,5 Medan, Kamis (15/12).

Relawan Unpab, katanya, turut mencari para korban yang tertimbun di reruntuhan bangunan, membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan. Selain itu, relawan Unpab menyerahkan bantuan kepada para pengungsi di Pidie Jaya. 

"Pencarian para korban sudah dihentikan oleh pemerintah. Namun para korban selamat masih membutuhkan peralatan kesehatan, obat-obatan, mobilisasi dokter orthopedic, karena banyak di antara para korban mengalami luka," kata Adian Hakim yang juga Kepala Biro Kesejahteraan Mahasiswa dan Alumni Unpab.

Selain itu, para pengungsi sangat membutuhkan tempat penampungan sementara, alat berat untuk proses evakuasi, dan makanan siap saji. Dan yang tak kalah pentingnya, para korban harus dilakukan trauma healing (pemulihan trauma) akibat gempa 6,5 yang mengguncang Pidie Jaya dan sekitarnya.

"Para korban selamat perlu pemulihan trauma. Karena para korban penderita trauma umumnya terlihat sehat secara fisik, namun ketika dihadapkan pada kondisi tempat tinggal yang porak-poranda akibat bencana, sisi traumatis akan kembali muncul. Jadi ini perlu penanganan serius," kata Adian.

Dikatakan Adian Hakim, pascabencana gempa tersebut hampir seluruh bangunan rata dengan tanah. Beberapa bangunan, seperti pertokoan, rumah, masjid, sekolah dan rumah sakit porak-poranda akibat gempa yang berpusat di Pidie Jaya dengan kedalaman 10 km itu.

Relawan Unpab Kusnadi Alwin menjelaskan, stok logistik di Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh masih memerlukan dukungan tambahan, karena korban terdampak gempa mencapai puluhan ribu jiwa. "Selain rekonstruksi tempat tinggal, pengungsi butuh logistik," katanya.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya, Rabu (7/12) pukul 05.03 WIB. Dalam peristiwa itu, sebanyak 102 orang meninggal, 857 orang luka-luka,  dan 83.838 orang mengungsi. (A01/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru