Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Ini Ibu Budi Dihidupkan Kembali di Australia

- Senin, 13 Februari 2017 18:20 WIB
523 view
Brisbane (SIB)- "Ini Ibu Budi" adalah metode pengajaran bahasa Indonesia yang banyak dipakai pada tahun 80 hingga 90-an di Indonesia. Metode ini kini dicoba untuk dihidupkan kembali dalam bentuk lagu untuk memperkenalkan bahasa Indonesia pada masyarakat Australia.

Jane Ahlstrand, warga Australia yang fasih berbahasa Indonesia terlibat dalam pembuatan video musik untuk lagu 'Ini Ibu Budi'. Selain menari, ia juga kebagian mendapat peran sebagai ibu guru dengan menggunakan kebaya berwarna biru.

Hidup Kembali dalam Lagu Anak diAustralia
"Ini Ibu Budi" adalah sepenggal kalimat yang pasti bergema di ingatan sebagian masyarakat yang bersekolah pada jaman 80-90an.

Dengan keinginan memotivasi anak-anak dan para pelajar bahasa Indonesia di Australia untuk mencintai dan menggunakan bahasa Indonesia, Wenny Bekti Sunaharum bersama dengan suami, Johan Ramandias telah berhasil melestarikan kalimat itu dalam bentuk lagu anak-anak berjudul " Ini Ibu Budi."

Lagunya disertai dengan video klip resmi yang disyut di lokasi alami di lingkungan University of Queensland, Australia dan didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia, Canberra dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia, Sydney.

Bagaimana ceritanya Wenny mewujudkan idenya sampai menjadi kenyataan?
Ide dan konsep untuk lagu Ini Ibu Budi muncul pada akhir tahun 2015 menjelang tanggal pengajuan disertasi S3 (doktoral) Wenny di University of Queensland.
Tujuan Wenny dalam menciptakan lagunya tidak hanya untuk menghibur anak-anak Indonesia tetapi juga untuk mempromosikan pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia.

Ungkapan "Ini Ibu Budi" yang dipilih oleh Wenny disumberkan dari metode belajar Bahasa Indonesia yang dipopulerkan oleh Ibu Guru Siti Rahmani Rauf (Bunda Siti) di era 80-90 an.

"Saya ingat sewaktu SD buku 'Ibu Budi' sangat membantu dalam belajar membaca Bahasa Indonesia, karena cara mengejanya mudah diikuti dan diingat. Almarhumah Bunda Siti meninggal pada Mei 2016 dan saya ingin memberikan penghargaan juga kepada beliau lewat lagu ini," katanya.

"Saya dan suami melihat kurangnya hiburan khusus termasuk lagu untuk anak-anak di tanah air. Kami juga punya anak-anak yang nantinya akan membutuhkan hiburan yang pas untuk usianya serta memiliki muatan yang memotivasi dan membawa keceriaan," tutur perempuan asal kota Malang ini.

" Kami percaya lagu dan musik adalah bahasa universal karena pada dasarnya manusia menyukai lantunan nada-nada yang indah," imbuhnya.

Karena itu, dari rumahnya di Brisbane, Australia, sejak tahun 2014 Wenny dan Johan memulai membuat lagu-lagu khusus anak-anak dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Sejauh ini, di sela-sela waktu, mereka sudah membuat sekitar tiga lagu anak, diantaranya adalah lagu Ini Ibu Budi.

Mulai dengan merekam suara sendiri di HP ketika pulang kantor, di bis, atau saat senggang, Wenny mencoba untuk mencari-cari nada yang sederhana, mudah diikuti dan diingat oleh semua kalangan khususnya anak-anak.

Lagunya direkam bagian per bagian dan akhirnya disatukan pada pertengahan tahun 2016.

"Berkat bantuan dan masukan dari suami saya, Johan yang juga senang bermain musik, maka aransemen lagu kombinasi keroncong dangdut dan musik tradisional dapat diselesaikan pada akhir tahun 2016," kata Wenny.

Lagu bahasa Indonesia ini bertepatan juga dengan perencanaan pembukaan Balai Bahasa Indonesia di Queensland.

"Kami sangat berterimakasih atas dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia, Canberra dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney" kata Wenny.

"Semoga dapat bermanfaat untuk kegiatan promosi Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah di Australia dan mendukung Balai Bahasa Indonesia," kata Wenny.
"Ada beberapa sekolah di Australia yang juga sudah meminta video ini karena akan digunakan dalam perkenalan pelajaran Bahasa Indonesia kepada murid-murid di Australia," imbuhnya. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru