Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Kemenperin Tunjuk Honda Kembangkan SMK Berbasis Kompetensi Industri

- Senin, 06 Maret 2017 21:45 WIB
623 view
Kemenperin Tunjuk Honda Kembangkan SMK Berbasis Kompetensi Industri
SIB/Dok
PRAKTEK : Siswa SMK jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) Astra Honda melakukan praktek di laboratorium TSM Astra Honda. Sampai saat ini, Honda telah mengimplementasikan Kurikulum Teknik Sepeda Motor (KTSM) Astra Honda di 630 SMK di seluruh Indonesia.
Medan (SIB) -Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjuk PT Astra Honda Motor (AHM) untuk mengembangkan SMK Pilot Project berbasis kompetensi guna mempercepat implementasi pendidikan vokasi. Kali ini, kerjasama pengembangan keterampilan teknik sepeda motor melalui SMK ini dilakukan di Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (28/2).

Sebagai salah satu industri yang memiliki komitmen tinggi terhadap dunia pendidikan, Honda mendapat kepercayaan Kemenperin untuk terus ikut berperan aktif dalam memperkuat pendidikan kejuruan dan vokasi di Tanah Air.

Honda dipilih sebagai satu-satunya perwakilan industri otomotif roda dua untuk bersama pemerintah meningkatkan program pendidikan vokasi di tingkat SMK. Bentuk kepercayaan kepada Honda ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Honda sebagai pelaku industri dengan SMK wilayah Jawa Timur. Penandatanganan ini dilaksanakan di dalam rangkaian acara Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri Kementerian Perindustrian yang disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Industri dan SMK dilakukan oleh Direktur HR, GA & IT AHM Markus Budiman sebagai perwakilan dari dunia industri, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri Kementerian Perindustrian Mujiyono, Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan M. Mustagfirin Amin, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman dan 10 Kepala SMK wilayah Jawa Timur yang akan menjadi SMK Pilot Project.

Dalam acara ini Honda juga memberikan bantuan berupa 1 (satu) unit sepeda motor dan special tools kepada 10 SMK yang nanti akan menjadi mitra binaan AHM. Pengembangan SMK berbasis kompetensi ini merupakan kelanjutan dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2016 mengenai Revitalisasi SMK yang sebelumnya sudah dimulai oleh Kemenperin pada tahun lalu. AHM sebelumnya juga telah dipercaya untuk terlibat dalam implementasi Inpres tersebut di 9 SMK di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Sulawesi Selatan.

Markus Budiman mengungkapkan komitmen dan dukungan Honda mengembangkan pendidikan kejuruan dan vokasi sudah dilakukan dengan pengembangan Kurikulum Teknik Sepeda Motor (KTSM) Astra Honda di SMK sejak 2010.  "KTSM Astra Honda kami gulirkan di seluruh Indonesia secara komprehensif. Dengan kurikulum berbasis teknologi terkini, kami memberikan pelatihan yang terukur dalam beberapa tingkat sertifikasi untuk peningkatan kompetensi para guru. Kami juga mendorong SMK binaan kami bisa menjadi Tempat Uji Kompetensi dengan dukungan sistem e-Database dan e-Learning yang terintegrasi ke sekolah," ujar Markus Budiman.

Sementara itu Leo Wijaya, Direktur Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di  Sumut mengungkapkan  pihaknya menyambut baik dan mendukung upaya Honda dalam mengembangkan SMK Pilot Project berbasis kompetensi guna mempercepat implementasi pendidikan vokasi. " Upaya mendukung program link and match dunia usaha dan dunia industri (DUFI) dengan dunia pendidikan ini telah dilakukan Honda dengan membina  SMK yang memiliki jurusan teknik sepeda motor di berbagai wilayah di Indonesia," ujar Leo Wijaya.

Saat ini, implementasi KTSM Astra Honda sudah dijalankan di 630 SMK yang tersebar di 30 Provinsi di Indonesia. Sebagai upaya agar para lulusan SMK dapat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri, Honda mendorong seluruh SMK binaannya untuk menjadi SMK Tempat Uji Kompetensi (TUK). Sebanyak 55 SMK kini telah menjadi SMK TUK. (R4/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru