Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026
Kuliah Teknis di FT UMSU Medan

MTI Harus Dipimpin Orang yang Paham Pikiran Masyarakat Bukan

- Senin, 13 Maret 2017 18:18 WIB
660 view
Medan (SIB)- Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Prof Dr Ir Agus Taufik Mulyono mengatakan, Indonesia mengalami masalah transportasi yang kompleks, khususnya dalam hal kualitas jalan yang tidak baik.

Banyak proyek jalan nasional yang tidak layak hasilnya, tetapi telah diserahterimakan ke pemerintah, bahkan banyak yang dianggap mengalami kegagalan struktur.  "Kondisi ini kemudian diperparah oleh banyaknya truk yang kelebihan beban bebas melintasi jalan nasional sehingga memercepat terjadinya kerusakan jalan, kata Prof Agus pada kuliah teknis, di hadapan dosen dan mahasiswa tingkat akhir Program Studi Teknik Sipil UMSU, kemarin.

Agus Taufik yang juga Guru Besar Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM ini menjelaskan, MTI harus dan lebih baik dipimpin orang-orang yang bisa membaca hati dan pikiran masyarakat, karena semua orang mau ada perubahan dan paham dengan apa yang dialami masyarakat. Tapi jika dipimpin oleh seorang "scientist" jadinya malah hanya membaca pikirannya sendiri.

Karena masyarakat transportasi Indonesia itu kumpulan orang dari berbagai profesi yang memiliki kepentingan dan pengalaman dalam bidang transportasi dan dinilai memahami apa yang dialami masyarakat dan bisa membaca pikirannya masyarakat yang mau perubahan.

"Urusan transportasi ini milik semua manusia, mulai dari bayi yang baru lahir, sampai yang mau dikubur membutuhkan transportasi," katanya.

Sementara, Dekan FT UMSU Rahmatullah ST MSc mengatakan, kuliah teknis ini bermanfaat bagi mahasiswa teknik sipil untuk bisa mengenal sejauh mana kontribusi masyarakat transportasi Indonesia ini memberikan andil positif dalam pembangunan jalan nasional.

Diakuinya, kesalahan dalam perencanaan transportasi yang tidak baik akan berdampak buruk bagi kelangsungan pembangunan jalan nasional ke depannya. Bagi FT UMSU diharapkan dalam merencanakan jalan nasional, provinsi atau kabupaten/kota agar tepat sasaran dan jangan sampai merugikan kepentingan masyarakat Indonesia. (A01/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru