Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Isi Hari Libur, Siswa SMPN 27 Medan Ikuti Pembekalan Karakter di Sibolangit

- Senin, 05 Juni 2017 21:23 WIB
737 view
Medan (SIB)- Siswa-siswi SMP Negeri 27 Medan yang beragama Kristen mengisi liburan akhir semester dengan mengikuti acara pembekalan karakter tanggal 1-3 Juni di Taman Jubileum 100 Tahun GBKP Sukamakmur, Sibolangit dan berakhir di Gereja Siloam Jalan Rakyat Medan Perjuangan, Sabtu (3/6).  Kegiatan Camp Retreat tersebut digelar bekerjasama dengan Christian Men's Network Indonesian (CMN) yang diikuti 52 orang anak dan dihadiri Ketua CMNI Jakarta Engkwang dan Medan Godlib Hutagaol.

Penanggung-jawab acara Immanuel Sitanggang kepada wartawan mengatakan, kegiatan itu diisi permainan atau game, simulasi yang mengajarkan nilai-nilai rohani dan hubungan keluarga dan sesama. Para siswa juga diberi ceramah tentang bahaya seks bebas, cinta dan berpacaran (sex, love and dating) di usia remaja/sekolah.

"Mereka diberi ceramah tentang apa itu cinta, sex dan berpacaran agar tahu apa bahayanya di kalangan anak dan remaja. Kami sampaikan bahwa di usia remaja saat ini belum waktunya berpacaran. Karena berpacaran bagi orang yang sudah siap menikah. Mental, fisik dan rohani anak-anak harus dibina sejak usia dini, karena banyak contoh perkawinan yang hidupnya kacau karena belum waktunya membangun rumah tangga," jelasnya.
Anak-anak muda lanjutnya perlu mendapat asupan 4M yakni menerima, merenungkan, melakukan dan membagikan firman Tuhan secara berkelanjutan agar mereka tumbuh besar di dalam iman kepada Tuhan.

Di sesi terakhir pertemuan, Tanu dari Young Man CMN Jakarta memberi siraman rohani kepada para orangtua dan anak-anak Kristen SMPN 27.  Para orangtua diibaratkannya sebagai pahlawan yang membidikkan anak panah (anak-anak) tepat ke sasaran yaitu masa depan. Orangtua harus mengasah anak panah itu agar semakin tajam menembus sasaran ketika dilesatkan dari busurnya.

"Untuk itu, jangan lelah membimbing anak-anak. Sebagai pahlawan, orangtua harus memersiapkan secara matang kemana tujuan mereka. Jangan ada orangtua yang apatis tentang masa depan anaknya sehingga ketika dilesatkan tidak tahu arah tujuan yang dicapai. Tuhan telah memercayakan anak-anak di tangan kita dan Tuhan juga mengizinkan orangtua jadi pahlawan. Marilah kita ajarkan anak-anak  dengan karakter Kristus agar ketika dilesatkan mereka tertancap di sasaran yang tepat," tuturnya. (A10/d)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru