Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026
Dr Ir Nurdin Tampubolon Beri Kuliah Umum di STIPAP

Indonesia Membutuhkan 2,7 Persen Entrepreneur agar Perekonomian Negara Membaik

- Senin, 05 Juni 2017 21:59 WIB
668 view
Medan (SIB)- Ketua Fraksi Partai Hanura DPR RI Dr Ir Nurdin Tampubolon mengatakan, Indonesia membutuhkan 2,7 persen wira usaha (entrepreneur) agar perekonomian di Tanah Air membaik. Saat ini entrepreneur di Indonesia masih 1,6 persen, semakin banyak entrepreneur, perputaran uang makin tinggi dan makin banyak tenaga kerja yang dibutuhkan. Hal itu dikemukakannya ketika memberi kuliah umum di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agribisnis dan Perkebunan (STIPAP) Jalan Pancing Medan, Sabtu (3/6).

Dia mencontohkan negara-negara maju di Asia seperti Jepang entrepreneurnya sudah 11,5persen, Singapura 7,5 persen, Malaysia 3 persen dan Amerika 11 persen. Maka dari pertumbuhan ekonomi negara-negara yang memiliki wira usaha yang besar perekonomian negaranya sangat baik. Tingkat pengangguran di Indonesia cukup tinggi disebabkan lapangan pekerjaan minim. Hal itu disebabkan minimnya dunia usaha untuk menyerap tenaga kerja, apalagi untuk penerimaan PNS sangat terbatas.

"Entrepreneur harus digalakkan di kalangan mahasiswa maupun para pemuda agar tidak semata mengharapkan pegawai negeri setelah tamat sekolah. Sangat diperlukan peran serta pemerintah memberi fasilitas berupa  seminar untuk memotivasi kaum muda menjadi entrepreneur. Karena kalau semakin banyak pengangguran akan mendorong meningkatnya tingkat kemiskinan," terangnya didampingi pembicara lainnya Dr Ir Manerep Pasaribu.

Pada kuliah umum itu dia memberi dorongan kepada mahasiswa  STIPAP setelah tamat agar mempersiapkan diri menjadi seorang entrepreneur. Dia mencontohkan dirinya yang pernah menjadi PNS di lingkungan salah satu kementerian dengan posisi yang lumayan tinggi. Tapi dia memutuskan pensiun dini dari PNS dan memulai karir di bidang perkebunan kelapa sawit yang kemudian berkembang sampai puluhan ribu hektar kebun kelapa sawit di Kalimantan dan memiliki pabrik sendiri. Kini dia menampung sekitar 6000 tenaga kerja dengan berbagai jenis usaha yang diawali dari kecil, penuh kesabaran dan percaya diri yang tinggi.

Untuk jadi entrepreneur kata dia tidak turun dari langit tapi harus dicari dengan kerja keras (all out) selama bertahun-tahun. Seorang entrepreneur juga harus bisa melihat suatu opportunity (kesempatan) di ujung perjalanan yang sangat jauh. Tetap fokus pada tujuan dan memulai dengan apa yang ada dimiliki sampai akhirnya berhasil. "Negara ini ada di tangan kamu para mahasiswa, untuk itu jadilah mahasiswa yang entrepreneur agar masa depanmu dan masa depan negara ini makin baik," ucapnya menyemangati. (A10/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru