Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Pendidikan Pancasila Tak Sekadar Hafalan, Tapi Lebih Mementingkan Sikap dan Keterampilan Siswa

- Senin, 05 Juni 2017 22:17 WIB
1.046 view
Medan (SIB-  Pendidikan Pancasila adalah salah satu materi pelajaran moral yang ada di setiap jenjang pendidikan mulai tingkat sekolah dasar hingga pendidikan tinggi untuk mengenalkan serta menanamkan nilai-nilai Pancasila yang dianggap luhur agar bisa diamalkan oleh seluruh peserta didik

Hal itu dikatakan Kepala LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Sumut Afrizal Sihotang ST MSi usai Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kantor LPMP Sumut Jalan Bunga Raya Asam Kumbang Medan Selayang, Kamis (1/6).

Menurutnya, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada Kurikulum 2013 (K13) ditekankan unsur pendidikan karakter dan pada pelaksanaannya tidak lagi hanya sekadar hafalan atau bersifat kognitif, tetapi lebih mementingkan sikap dan keterampilan para siswa.

Dikatakan, penguatan pendidikan karakter (PPK) pada K13 meliputi tiga hal, yakni penguatan kejujuran dan integritas, penguatan sikap yang berkaitan dengan kinerja dan penguatan nasionalisme dan rasa kebangsaan.

Lebih lanjut dijelaskan, penguatan nasionalisme dan rasa kebangsaan: nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa harus dikuatkan kembali agar semangat untuk mencintai negeri sendiri semakin tumbuh dan kuat di tengah derasnya pengaruh budaya asing (barat) yang masuk ke Indonesia. Implementasi nilai-nilai religi kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, musayawarah mufakat dan keadilan perlu ditanamkan, dikembangkan dan dikokohkan kepada seluruh bangsa Indonesia.

"Pada K13 guru dituntut aktif dan memahami kebutuhan para siswa dalam belajar. Guru harus dapat meningkatkan minat belajar siswa dan hal ini dilakukan dengan perubahan metode pembelajaran yang lebih menarik, mampu menghadapi dan menjawab pertanyaan kritis para siswa, guru harus dapat meningkatkan kreativitas para siswa, komunikasi guru dan para siswa yang baik dan melatih siswa bekerja dalam kelompok/bekerja sama," jelasnya.

Katanya, Pancasila sebagai pondasi negara dan pandangan hidup sudah dipastikan harus ikut dalam dialetika peradaban dunia. Pancasila harus tetap tangguh dan berdiri kokoh sebagai dasar filosofis bangsa Indonesia yang terus berkembang dan tak akan pernah berhenti tiap waktu.

"Pancasila bukan milik salah satu era pemerintahan, Pancasila jati diri bangsa, Pancasila darah yang mengalir dalam tubuh negara, Pancasila jiwa dan raga negara. Perekat keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia. Dengan mengamalkan Pancasila dipastikan semua hal-hal buruk yang mengancam keutuhan negara kita tidak akan terjadi dan rakyatnya pun akan hidup berbangsa bernegara dengan sejahtera," ujarnya mengakhiri. (A06/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru