Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Hasil UN Bukan Penentu Kualitas Pendidikan

- Senin, 12 Juni 2017 21:22 WIB
1.157 view
Jakarta (SIB)  -Dinas Pendidikan DKI Jakarta mencatat hasil ujian nasional tertinggi didominasi sekolah-sekolah swasta. Namun, hasil UN ini bukan menjadi penentu kualitas pendidikan di Jakarta.

"UN ini bukan merupakan syarat kelulusan. UN itu Hanya untuk memetakan kompetensi seseorang dalam penguasaan mata pelajaran tertentu. Kelulusan itu ditentukan oleh ujian sekolah dan nilai prilaku. Jadi, tidak bisa menjudge kualitas pendidikan menurun," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Adrianto saat dihubungi, Rabu (7/6).

Dari catatan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, hasil Ujian Nasional (UN) tertinggi tingkat SMA jurusan IPA, diraih oleh SMA Kristen Yusuf atas nama Kenny Anderson. Lalu SMA Abdi Siswa atas nama Ricky Darmawan, dan SMA Negeri 8 Jakarta atas nama Fira Agfarika Susilowati. Mereka semua mendapat nilai total 383,5.

Sedangkan untuk tingkat SMA jurusan IPS, hasil ujian tertinggi diraih oleh SMA Theresia atas nama Irene Nathania dengan nilai 383, diikuti SMA Labschool Kebayoran atas nama Adinara Triaswara dengan nilai 380,5 dan SMA Islam Al-Izhar Pondok Labu atas nama Siti Adira Kania dengan nilai 378,5.

Sementara itu, nilai UN tertinggi untuk jurusan Bahasa didominasi oleh SMA Santa Ursula. Peringkat pertama atas nama Grace Emanuela dengan nilai 376, lalu Fabiola Vania Shafira dengan nilai 372 dan Irma Justika Sasmita dengan nilai 361. Melihat hal ini, Dinas Pendidikan DKI mengaku puas karena ujian nasional kemarin lebih berintegritas dari tahun sebelumnya.

"Yang berkembang di Jakarta yakni pelaksanaan UNBK berjalan lancar, perlu diapresiasi. Karena tahun-tahun lalu, belum semua UNBK, tapi sekarang sudah 100 persen UNBK baik SMP, SMA atau SMK. Adanya hasil ujian ini, menjadi nilainya terbaik," katanya.

Dia tak memungkiri, hasil Ujian Nasional tertinggi itu didominasi sekolah-sekolah swasta. Namun, hasil itu patut diapresiasi mengingat pelaksanaan UNBK menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. Pelaksanaan UNBK ini, diakuinya ada yang berimbas pada merosotnya perolehan nilai UN masing-masing sekolah.

"Ada yang nilainya turun karena selama ini belum berbasis komputer. Jadi, integritasnya tidak beragam. Kalau dengan UNBK ini kan lebih beragam, akhirnya peserta didik ini lebih naik kejujurannya. Pasti ada imbasnya, nilai mereka jadi merosot," ungkapnya.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Bowo Irianto mengatakan, hasil UN terbaik untuk tingkat SMP diperoleh oleh SMPN 255 atas nama Zalfaa Aurelia dengan nilai 392, disusul oleh SMP Labschool Jakarta atas nama Ahmad Izza Izzudin dengan nilai 392 dan SMPK 2 Penabur atas nama Regina dengan nilai 390. (KJ/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru