Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Uji Sertifikasi Dinilai Belum Hasilkan Pendidik Berkualitas

* Lebih Prioritaskan Kelulusan Raih Tunjangan
- Senin, 03 Juli 2017 20:18 WIB
525 view
Medan (SIB)- Kalangan pemerhati pendidikan menilai "Uji Sertifikasi Guru" atau pendidikan latihan profesi guru (PLPG) belum menghasilkan pendidik atau guru berkualitas dan akuntabel, karena mereka lebih memprioritaskan kelulusan guna meraih tunjangan profesi dibanding meningkatkan profesinya sebagai tenaga pendidik sehingga perlu menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Demikian dikatakan Pemerhati Pendidikan Drs Anton Siagian dan Drs H Mahdi Ibrahim MM kepada SIB di Medan, Minggu (2/7).

Menurutnya, guru profesional tidak bisa dibentuk secara instant dan perlu proses pendewasaan, pengalaman dalam pembentukan karakter dari seorang guru muda untuk menjadi sosok pengajar, pendidik, pendamping yang tulus dan mumpuni dalam membimbing siswa tanpa membedakan suku dan golongan.

Ditegaskan, berdasarkan UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 1 ayat 1: sosok guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, non formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

 Lebih lanjut dikatakan, tugas guru sangat kompleks bahkan sulit memberikan kepercayaan penuh kepada seorang guru yang masih muda (lulus pendidikan profesi) berumur antara 22-24 tahun dalam mengemban tugas dan tanggung jawab keguruannya secara penuh.

"Pengamatan saya terhadap guru muda untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) jiwa, idealis, emosional, egoisme dan individualis pendirian masih sangat menonjol. Jiwa kebersamaan, mengalah, menerima kritik, kesepahaman profesi dan kerja sama kolektivitas masih sangat rendah," ujarnya.

Katanya, jika tenaga guru profesional diraih dari jalur sarjana murni (non kependidikan) dalam penyampaian materi pelajaran dimungkinkan para guru banyak memiliki keunggulan terutama dalam penguasaan ilmu pengetahuan (ilmu murni) sebagai disiplin pendidikan sebelumnya, tetapi tidak berdasarkan satuan pelajaran yang akan disajikan menjadi  kendala utama dalam bersosialisasi terhadap siswa.

Untuk mendapatkan guru bermutu sebagai hasil dari pendidikan profesi, Pemko Medan Cq Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan sebaiknya menanamkan kesadaran, dimana menjadi guru harus memiliki semangat mengabdi, minat, kemauan, kesungguhan dan berkarakter kepribadian yang cocok. Bahkan terpilih menjadi guru bukan hanya karena keahlian sains, tetapi juga karakter dan minat secara total untuk mendarmabaktikan diri dalam bidang pendidikan.

"Tuntutan dan tantangan guru profesional semakin tinggi, maka guru profesional semakin tinggi serta lahir harus realistis, kritis, rasional, fleksibel dengan semangat loyalitas pengabdian yang tinggi, karena telah mendapatkan tambahan satu kali gaji pokok setiap bulan bagi tenaga pendidik yang dinyatakan lulus uji sertifikasi guru," tegasnya. (A06/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru