Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Kadis Pendidikan Sumut: Perlu Strategi Meningkatkan Kualitas Guru

- Senin, 09 Juni 2014 13:08 WIB
446 view
 Kadis Pendidikan Sumut: Perlu Strategi Meningkatkan Kualitas Guru
Medan (SIB)- Pada prinsipnya Dinas Pendidikan Sumut terbuka untuk bekerja sama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini diungkapkan  Drs Masri MSi, Kepala Dinas Pendidikan Sumut  kepada dr Robert Valentino Tarigan SPd SH, Pimpinan BT/BS BIMA Indonesia saat beraudiensi, Selasa (3/6) siang di kantornya.

Masri berharap, ada program-program yang dapat membantu orang-orang tidak mampu, sehingga juga bisa mengikuti bimbingan. Dengan itu, yang ikut bimbingan tidak hanya anak-anak dari orang yang berada.

Menurut Masri, bimbingan atau pelatihan itu perlu untuk penguatan. “Anak saya juga bimbingan di BIMA. Kami pada dasarnya sangat mendukung tetapi perlu dibicarakan teknisnya sehingga anak-anak dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomis dapat ikut,” harapnya.

Ditambahkan, pada 2014 tidak ada istilah pengayaan guru. Makanya perlu dibuat strategi untuk meningkatkan kualitas. “Kita mengarah ke sana. Posisi guru kita belum semuanya S1 (strata satu),” ungkapnya.

Adanya program sertifikasi yang mengharuskan guru tamatan S1, seyogianya bukan sekadar adanya ijazah tetapi memang benar-benar berkualitas. Untuk itu dia mencontohkan perjuangan agar lulus ujian nasional (UN) 100 persen, seyogianya tidak mengabaikan kualitas anak didik.

Mestinya lulus UN 100 persen ya lulus pula 100 persen di PTN sehingga kualitas kelulusan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, kelak tidak ada lagi yang menganggur setelah tamat kuliah.

Sejatinya, kata Masri, tamat kuliah, bukan mencari kerja justru membuat lapangan pekerjaan. “Bagaimana menghadapi AEC (ASEAN Ekonomic Community) 2015 kalau kita tak mampu bersaing. Bagaimana jadinya mereka, tamat tetapi tidak berkualitas. Tanpa dukungan pihak lain kita akan kewalahan,” tegas Masri.

Justru itu, Masri yang sebelumnya menjabat Kadis Pendidikan Simalungun 2006-2010 mengemukakan, orientasi Dinas Pendidikan Sumut lebih kepada pelatihan-pelatihan. “Bagaimana meningkatkan kualitas guru, pengawas dan anak didik. Pembangunan ruang kelas dan sejenisnya lebih baik diserahkan saja ke Dinas PU (Pekerjaan Umum) dan Turakim (Tata Ruang dan Pemukiman).

Menurut Masri, ada 33 kabupaten di Sumut, itulah yang harus disentuh. Makanya diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BIMA.

Sebelumnya, Valentino yang didampingi Enda Harahap SSos dan Hidayat Banjar SH mengungkapkan, tujuannya beraudiensi di samping untuk mengucapkan selamat kepada Masri sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sumut yang baru juga menjalin kerja sama.

Untuk itu, Valentino pun memaparkan profil BIMA yang telah lebih 30 tahun bergerak di bidang bimbingan tes dan studi. Katanya, fungsi bimbingan membantu sekolah. Artinya, apa-apa yang diajarkan di sekolah diulang kembali sampai murid mengerti oleh bimbingan. “Justru itu, bimbingan tetap berpedoman pada kurikulum. Tentu sekarang kita menggunakan Kurikulum 2013,” tegas Valentino.

Pada tahun 2006/2007, ada lima orang siswa SMU Plus Partuha Maujana yang diterima di Nanyang University Singapura dengan mendapat beasiswa dari Pemerintah Singapura. “Bagi siswa-siswi yang tidak mampu secara ekonomi, kami bebaskan uang bimbingannya. Ada yang lulus ke Pulau Jawa, harus kami berikan biayanya agar dia dapat berangkat,” pungkas Valentino. (R6/d)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru