Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

SM-3 T Unimed Raih MURI Melalui Gerakan Membaca 1.000 Anak Papua

*Anak SD Papua Juga Bisa Tari Tor-tor
- Senin, 09 Juni 2014 13:09 WIB
1.300 view
 SM-3 T Unimed Raih MURI Melalui Gerakan Membaca 1.000 Anak Papua
SIB/Ist
REKOR MURI: SM-3T LPTK Universitas Negeri Medan (Unimed) berhasil masuk Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua dalam kategori penyelenggara menulis surat kepada Presiden RI dan Menteri Pendidikan dengan menggunakan med
Medan (SIB)- SM-3T LPTK Universitas Negeri Medan (Unimed) berhasil masuk Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua dalam kategori penyelenggara menulis surat kepada Presiden RI dan Menteri Pendidikan dengan menggunakan media dedaunan oleh peserta terbanyak 1.053 siswa.

Hal ini diperoleh bersamaan dengan kegiatan Gema (Gerakan Membaca) 1.000 anak Papua yang digelar pada  Senin, (2/6) lalu.Piagam penghargaan langsung diberikan Paulus Pangka, Senior Manager MURI kepada Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom SE MSi mewakili Dinas Pendidikan dan Pengajaran Lanny Jaya dan Rektor Unimed Prof Dr. Ibnu Hajar Damanik MSi.

Satu hal yang meambanggakan luar biasa bagi seluruh civitas akademika Unimed, karena berkat ide dan gagasan cemerlang peserta Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (SM-3T) dari Unimed dalam menggerakkan 1.000 anak Papua Membaca mendapatkan apresiasi dari Dewan Senior Muri  Jaya Suprana,kata Ibnu Hajar di kampus Unimed, Sabtu (7/6).

Dikatakan Rektor yang didampingi Purek I Prof Khairil Ansari dan Humas M Surip, kegiatan ini diberi nama Gerakan Membaca (Gema) 1.000 anak Papua. Para peserta SM-3T  Unimed ini akan bertugas dalam pengabdian mengajar di Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua selama satu tahun. Belum genap selama 1 tahun mereka telah melaksanakan kegiatan yang sangat diapresiasi oleh Dinas Pendidikan Kab. Lanny Jaya Papua dan seluruh masyarakatnya yang sangat antusias berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Masyarakat Papua bersyukur, anak-anak Lanny Jaya Papua yang kelas 3 SD sudah  “Bisa Baca, Bisa Tulis, dan Bisa Hitung”.   Kalau selama ini yang kelas 5 SD ada juga yang belum bisa baca,kata rektor.Kegiatan gerakan membaca 1.000 anak Papua ini dilaksanakan pusat kota Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua dan dihadiri langsung oleh Rektor Unimed Prof Ibnu Hajar,  Prof Khairil Ansari dan Dekan FIK Drs Basyaruddin Daulay MPd.

 Ibnu Hajar mengatakan kegiatan yang digagas  sarjana SM-3T Unimed yang ditempatkan di Papua merupakan kegiatan yang sangat luar biasa dan harus kita apresiasi karena merupakan kegiatan mulia, karena secara nasional kita paham bahwa anak-anak Papua sangat membutuhkan kemampuan bisa baca, tulis dan hitung. Setelah pengabdian para SM-3T Unimed selama 8 bulan lebih, buta huruf semakin berkurang di Papua ini.Malah kepada siswa itu diajarkan tari Tor-tor Batak, dan ternyata mereka bisa dan menyenangi tor-tor Batak itu, kata Rektor.(A2/ r)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Rahmat Rayyan Nasution

Rahmat Rayyan Nasution

Medan(harianSIB.com)Anggota Komisi D DPRD Sumut Rahmat Rayyan Nasution, melontarkan kritik keras terhadap kerusakan parah ruas jalan provin