Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Siswa SMPN 6 Medan Lulus 100 Persen

- Senin, 16 Juni 2014 15:15 WIB
1.381 view
 Siswa SMPN 6 Medan Lulus 100 Persen
Medan (SIB)- Sebanyak 458 siswa SMP Negeri 6 Jalan Bahagia No.42 Medan, lulus Ujian Nasional (UN) 100 persen. Dan tercatat Anisa Bunga Tanjung siswa dengan nilai UN tertinggi 38,50.

Pengumuman hasil UN SMP dibagikan kepada orangtua siswa di SMP Negeri 6 ini, Sabtu (14/6) berjalan lancar dan aman. Para siswa yang mendampingi orangtua mengambil hasil pengumuman UN, terlihat bergembira.

Kepala  SMPN 6 Ariffuddin SPd kepada wartawan di ruang kerjanya mengatakan, kelulusan siswa 100 persen ini berkat pelatihan try out dan bimbingan belajar yang diberikan kepada siswa.

Ditanya tentang penerimaan siswa baru, kata Ariffuddin masih menunggu petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan Kota Medan. Penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2014-2015 kelas 1 yang bakal diterima sekitar 396 orang karena ke depannya direncanakan hanya 36 orang per lokal, kata Ariffuddin yang pernah menerima juara 1 piala Adiwiyata (cinta lingkungan).Diserahkan Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi awal 2014.

Ariffuddin, dulunya pernah  bertugas di pedalaman Papua selama 9 tahun (1986-1995) sebagai guru SMP dalam usia muda 22 tahun, lulusan D2 IKIP Negeri Medan  dengan ikatan dinas tanpa testing jadi PNS. “Saya senang sering bergabung dalam punguan masyarakat Batak disana,” katanya mengenang masa lalunya.

Namun disisi lain, dalam bertugas itu setengah mati sakitnya. Misalnya, kalau sakit tidak ada dokter untuk mengobati. Sehingga ada kalanya dalam sebulan, hanya 2 minggu sehatnya, selebihnya sakit malaria karena digigit nyamuk. Kalau malaria, makan tak enak dan mulut pahit rasanya.

Kuliah di IKIP Medan stambuk 1983, dan selesai pendidikan 1986, ditugaskan di daerah hutan pedalaman, 5 tahun di Agimuga, seterusnya di Kokas dan Pakpak, Papua. Bupatinya disana orang Batak JT Matondang, Kakandepnya P Hutabarat dan Kakanwil Pendidikannya marga Sihite, sehingga saya seperti anak emas. Kemudian 1995 saya pindah, langsung disetujui ke Brandan, kemudian di Binjai dan pernah di SMAN 4 Medan, terus ke SMPN 6 Medan.”

Dimasa tugasnya, tahun pertama muridnya 12  orang, tapi 1 orang tidak tamat karena hamil, tahun ke dua siswanya 4 orang, kemudian tahun ke tiga sebelas siswa. Kenangan di daerah tugasnya itu, penduduk asli pada umumnya berbadan pendek, bibir tebal, kakinya seperti bantal, karena tak pakai sandal. “Teman saya guru ada marga Gultom, dan masih disana. Kalau cewek-cewek disana sangat senang dengan pendatang,” kata Ariff.(A2/ r)



Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Menantu Tikam Mertua di Torgamba

Menantu Tikam Mertua di Torgamba

Torgamba(harianSIB.com)Seorang Ibu. Rumah Tangga (IRT), Nurlan Pasaribu (46) warga Dusun Asahan, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel,