Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 25 Juni 2026

Mendikbud Harapkan Kurikulum 2013 Dilanjutkan

- Senin, 21 Juli 2014 13:26 WIB
569 view
Mendikbud Harapkan Kurikulum 2013 Dilanjutkan
Jayapura (SIB)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh berharap pemerintahan mendatang agar melanjutkan kurikulum 2013 yang sudah dirumuskan dengan matang dan dilaksanakan serentak di seluruh SD, SMP, SMA/SMK pada tahun ajaran 2014/2015.

“Apa yang baik tentunya bisa diteruskan dan kalau dibuang (kurikulum) tentu akan sayang,” kata Nuh kepada pers di Jayapura, Papua, Rabu.

Dia berada di Papua dalam rangka Pencanangan implementasi kurikulum 2013 Provinsi Papua serta penyerahan buku kurikulum SD, SMP, SMA, dan SMK serta meninjau sejumlah sekolah.

Menurut Nuh, pemerintah kini sudah mempersiapkan kurikulum pendidikan yang terbaik dan telah dsesuaikan dengan kondisi saat ini dan masa datang sehingga akan baik jika diteruskan.

Dirinya, katanya melanjutkan, siap berkonsultasi dan memberikan masukan dan bertukar pikiran dengan menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru untuk menjelaskan kelebihan kurikulum 2013.

“Kalau memang saya diminta untuk menjelaskan maka akan dengan senang hati menyampaikan dan kalau memang perlu ada perbaikan bisa saja dilengkapi.” Jika melihat debat capres dan cawapres beberapa waktu lalu yang membahas soal muatan lokal, budi pekerti, moraln serta karakter, Mendikbud Nuh mengatakan itu semua sudah tercakup dalam kurikulum 2013.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, katanya, saat ini sudah mempersiapkan dokumen kurikulum 2013 yang diharapkan bisa dilanjutkan pemerintahan mendatang.

Pihaknya juga sedang mempersiapkan dokumen rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) soal pendidikan untuk dilanjutkan pemerintahan mendatang.

“Tentunya jangan sampai ada kesan ganti pemerintahan, ganti kurikulum. Saya berharap (kurikulum 2013) dilanjutkan kalaupun ada kekurangan bisa dilengkapi,” kata Nuh.

REKTOR:  HARUS KONSISTEN
Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB), Prof Dr Bustami Rachman mengatakan penerapan kurikulum pendidikan di Indonesia khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus konsisten dan tidak berubah-ubah.

“Hampir lima tahun sekali kurikulum di Indonesia berubah-ubah sehingga merusak sistem pendidikan yang sedang berjalan,” ujarnya di Pangkalpinang, Sabtu.

Menurut dia, hal demikian dapat menimbulkan masalah karena dunia pendidikan hanya berkutat pada penyesuaian kurikulum baru saja, sedangkan untuk penerapannya diabaikan.

Negara yang sudah maju sektor pendidikannya tidak pernah mengotak-atik atau mengganti kurikulum karena dapat membingungkan siswa dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kurikulum pendidikan tahun 2013 sudah bagus namun dibutuhkan kesabaran dan konsistensi dalam penerapannya agar hasilnya maksimal dan bisa meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

“Substansi kurikulum pendidikan 2013 cukup bagus, namun bila pelaksanaannya tidak konsisten dan setengah-setengah maka hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsistensi yang dimaksud adalah apa yang dianjurkan dalam kurikulum itu mesti dilaksanakan secara menyeluruh dan terus-menerus mulai untuk siswa kelas 1 SD hingga tamat SMA tanpa terputus.

“Hal penting yang harus diperhatikan adalah penyediaan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar dan tenaga pengajar yang sesuai standar,” ujarnya.
Ia mengakui pelaksanaan kurikulum 2013 tidak mudah, tetapi harus dilaksanakan agar pendidikan Indonesia diperhitungkan hingga ke tingkat internasional.
“Kita harap kurikulum 2013 ini dilaksanakan secara maksimal dan konsisten,” ujarnya. (Ant/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru