Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Mobil Irit Buatan ITM Tercepat Kedua di SEM 2019 Sepang Malaysia

- Selasa, 14 Mei 2019 17:14 WIB
388 view
Mobil Irit Buatan ITM Tercepat Kedua di SEM 2019 Sepang Malaysia
SIB/Dok
MOBIL IRIT: Tim mobil irit ITM foto bersama di Kompetisi Mobil Irit Tingkat Asia 2019 Shell Global/ Shell Eco-Marathon (SEM) di Sircuit Sepang Malaysia belum lama ini.
Medan (SIB) -Mobil buatan Institut Teknologi Medan (ITM) kembali bertarung di Kompetisi Mobil Irit Tingkat Asia 2019 yang diselenggarakan Shell Global/ Shell Eco-Marathon (SEM) dengan tema, "Shell Make the Future Live Malaysia" pada 28 April sampai 2 Mei 2019 di Sirkuit Sepang Malaysia.

Manajer Tim ITM Darwin Sudarmanto mengatakan, tim ini berkekuatan 12 orang yang terdiri dari 1 orang dosen pembimbing 10 orang mahasiswa. Pada SEM Asia 2019 ini, tim mobil Irit ITM hanya menargetkan finish pada peringkat 2 kelas ICE proto type diesel dan berada di antara 20 mobil terbaik Asia di kelas ICE Campuran dan kedua target tersebut bisa dicapai .

"Di luar dugaan mobil irit ITM mampu menjadi mobil kedua tercepat dalam technical inspection di hari pertama setelah mobil Rakata dari ITB. Target tersebut sudah diprediksi dari persiapan selama 1 tahun pembuatan mobil," kata Darwin di Medan, Senin (13/5).

Dikatakannya, hari pertama lomba sebelum kendaraan diizinkan untuk berada di lintasan, terdapat technical inspection yang harus diikuti setiap tim. Setiap tim wajib menjelaskan tiap aspek kendaraannya mulai dari desain, safety, hingga demo kemampuan driver. Hal tersebut tentu saja supaya perlombaan berlangsung aman," jelas mahasiswa Teknik Mesin 2015 itu.

Tim Mobil irit ITM menyadari, untuk menjadi juara I butuh waktu, dana dan banyaknya jam pengalaman dalam kompetisi. Dari hari pertama sampai terakhir, mobil buatan ITM itu katanya mampu melahap seluruh race dan menunjukkan peningkatan.

Dijelaskan, mobil buatan ITM ini bergabung dengan 25 mobil buatan beberapa perguruan tinggi di Indonesia lainnya. Pada tahun 2019 ini, ITM dipercaya mengirimkan mobil dari kelas ICE Proto Type Diesel, setelah tahun lalu 2017 dan 2018 mengirimkan mobil pada kelas ICE Urban dengan bahan bakar alternatif ethanol.

Menurutnya, meskipun SEM pernah diadakan 2018 lalu dan SEM 2019 memiliki perbedaan dari tahun sebelumnya. Tahun ini banyak sekali inovasi yang baru dari peserta yang sangat kompetitif dan lebih disiplin.

Dalam SEM Asia 2019, mobil yang ikut serta dalam perlombaan hanya boleh menggunakan tiga jenis sumber energi. Di antaranya Internal Combustion (ICE) atau di Indonesia kita dikenal dengan istilah bahan bakar seperti bensin, solar, dan ethanol. Kedua, sumber energi dari baterai listrik , dan yang ketiga, sumber energi dari hydrogen yang berupa gas hydrogen. Di SEM Asia 2019 tidak melihat dari segi kecepatan, melainkan siapa yang terhemat. (M01/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru