Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

PGSI Gelar Seminar Pendidikan Nasional Penelitian Tindakan Kelas

- Senin, 29 Desember 2014 17:49 WIB
434 view
Medan (SIB)- Sebanyak 200 guru SD-SMA se-Kota Medan mengikuti "Seminar Pendidikan Nasional Penelitian Tindakan Kelas" yang digelar PGSI (Persatuan Guru Swasta Indonesia) di Hotel Perintis Jalan Perintis Medan, Sabtu (20/12).

Seminar sehari yang dipandu Moderator Dra Riang Sihite menampilkan nara sumber atau pembicara, yakni Drs H Hottob Harahap MSi (Ketua Yayasan IRA Medan), Drs Anton Siagian (Kepala SMKS Raksana I Medan) dan Drs Isahuddin Sitorus MM (Ketua PGSI Sumut).

Hottob Harahap dalam makalahnya mengatakan, penelitian tindakan kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipasif dengan tujuan memperbaiki kinerja guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.

Menurutnya, masalah PTK harus berawal dari guru yang berkeinginan memperbaiki dan meningkatkan mata pelajarannya di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Dalam menentukan masalah tersebut guru juga harus mampu menentukan apakah masalah yang diteliti itu penting, signifikan masih berada dalam jangkauannya dan benar-benar terjadi dalam proses pembelajaran.

Drs Anton Siagian menyebutkan, sumber data awal (jawaban siswa) berasal dari hasil free test dan pilihan masalah yang diteliti bersumber dari materi ajar guru dalam RPP (Rencana Program Pengajaran) telah disusun guru untuk diajarkan kepada siswa di kelas per masing-masing bidang studi (GMP).

Katanya, identifikasi terhadap fenomena jawaban siswa (sesuai hasil free test) dapat dimanfaatkan sebagai penetapan masalah dan dengan demikian guru akan mudah melakukan hal tersebut sebagai sebuah penelitian.

Ketua PGSI Kota Medan Partomuan Silitonga ST menyatakan seminar penelitian tindakan kelas sudah diperlombakan di Jakarta dan semua guru harus meningkatkan penelitian di sekolah dan benar-benar mengetahui penelitian tindakan kelas sekaligus mengetahui kemampuan siswa dan RPP.

"Guru dan siswa berupaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan dan pencapaian penerapan kurikulum 2006 yaitu KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan K 13 (Kurikulum 2013)," ujarnya.

Ketua Panitia Togap Lumban Toruan didampingi Sekretaris Ir Bejo Susilo menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak atas dukungan dan partisipasinya sehingga terselenggaranya seminar pendidikan nasional penelitian tindakan kelas tersebut. (A8/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru