Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 01 Mei 2026

1.617 Guru SD dan SMP di Kota Medan Berlebih

- Senin, 12 Januari 2015 17:30 WIB
681 view
Medan (SIB)- Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan saat ini terdapat 1.617 guru tingkat SD dan SMP  di Kota Medan yang berlebih pada berbagai sekolah khususnya jenjang pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.  Pemko Medan akan segera menata dan memeratakan guru di daerah ini.

Hal itu dikatakan Kadisdik Kota Medan melalui Kabid Program dan Peningkatan Mutu Disdik Kota Medan Drs Abdul Johan Batubara MPd kepada SIB di Medan, Kamis (8/1).

Menurutnya, selain kelebihan guru dari sejumlah mata pelajaran atau bidang studi sampai sekarang masih terdapat 11 sekolah untuk tingkat SMP se-Kota Medan kekurangan guru bahasa Inggris meski secara keseluruhan jumlah guru tersebut berlebih.

Djelaskan, mencermati kondisi tersebut, Disdik Kota Medan bersama Pemko Medan akan segera menata dan memeratakan para guru guna memenuhi kekurangan guru mata pelajaran atau bidang studi tertentu di satu sekolah dengan mengambil kelebihan guru dari sekolah lain. "Berdasarkan laporan terdapat 147 guru teridentifikasi mencari tambahan jam mengajar," tegasnya.

Lebih lanjut djelaskan, pihaknya juga akan melakukan penataan distribusi guru, karena masih ada sekitar 1.028 guru SD dan SMP telah disertifikasi memiliki kekurangan jam mengajar 24 jam yang dikhawatirkan akan menghambat pencairan tunjangan profesi atau dana sertifikasi guru.

Sekretaris Disdik Kota Medan Drs Ramlan Tarigan menambahkan, Disdik Kota Medan mulai tahun ajaran baru tahun pelajaran 2014/2015 akan memproses distribusi guru sekolah berlebih ke sekolah masih kekurangan guru di Kota Medan.

Katanya, kriteria penataan dan pemerataan guru dimaksud mengacu kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri tahun 2011 dan Peraturan Wali Kota (Perwal) Kota Medan tahun 2012 tentang Penataan & Pemerataan Guru.

"Sejumlah kriteria penataan dan pemerataan guru, yakni guru bersangkutan sudah disertifikasi, kurang jam mengajar, berada di sekolah kelebihan guru dan masa kerja paling sedikit. Kemudian kemudahan akses dan kedekatan lokasi juga menjadi pertimbangan, dimana pendistribusian guru merupakan bagian dari promosi sebagai tenaga pendidik profesional," tegasnya. (A 8/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru