Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Menteri: Jangan Ada Diskriminasi Penerimaan Mahasiswa Baru

*UN Dipertimbangkan Jadi Komponen SNMPTN
- Senin, 19 Januari 2015 19:50 WIB
374 view
Jakarta (SIB)- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengingatkan jangan ada diskriminasi pada penerimaan mahasiswa baru.

"Jangan sampai ada diskriminasi dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru," ujar Nasir dalam peluncuran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan siswa yang berminat bisa mendaftarkan diri pada 13 Februari hingga 15 Maret 2015 setelah sebelumnya siswa maupun sekolah mencatatkan diri pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

"Pada prinsipnya proses seleksi melalui SNMPTN 2015 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya," kata dia.

Menteri Nasir menambahkan nilai ujian nasional akan tetap diertimbangkan sambil menunggu perkembangan kredibilitas UN itu.

Seluruh PTN diwajibkan untuk ikut dalam SNMPTN ini, dengan memberikan peluang minimal 50 persen dari jumlah kursi yang ada.    Total PTN yang mengikuti SNMPTN tercatat sebanyak 63 PTN dengan jumlah kursi sekitar 152.000.

Sementara 13 PTN baru hasil peleburan PTS, lanjut Nasir, mengatakan akan melakukan seleksi dengan pendampingan khusus.

Nasir mengatakan bahwa selain SNMPTN, seleksi mahasiswa baru akan dilakukan melalui Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) dengan persentase 30 persen dan jalur mandiri 20 persen.

Dengan tiga mekanisme seleksi tersebut, tambah dia, berharap semua kebutuhan siswa untuk masuk ke PTN bisa  terakomodir dengan baik.

Nasir meminta agar sekolah memberikan data yang  akurat terkait prestasi dan nilai siswa yang mendaftar melalui SNMPTN ini. Sebab jika terbukti ada kecurangan, maka hak siswa untuk diterima di PTN  bisa dibatalkan dan sekolah akan diberikan sanksi keras.

Setiap siswa boleh memilih maksimal dua PTN, dengan ketentuan jika memilih dua PTN maka salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan sekolah siswa.

Maksimal siswa boleh memilih tiga program studi dengan ketentuan satu PTN maksimal dua prodi.

Sekolah bisa mulai bisa mengisi data dan verikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) pada 22 Januari- 8 Maret 2015. Pendaftaran 13 Februari - 15 Maret 2015. Pengolahan data 1 April - 31 Mei 2015.

Kemudian pengumuman kelulusan pada 9 Mei 2015. Terakhir pendaftaran ulang peserta yang lulus pada 9 Juni 2015

UN DIPERTIMBANGKAN JADI KOMPONEN SNMPTN

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan UN akan dijadikan komponen kelulusan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

"Kami akan mempertimbangkan nilai UN menjadi komponen kelulusam SNMPTN," ujar Menteri Nasir dalam konferesi pers di Jakarta, Kamis.

SNMPTN merupakan seleksi masuk PTN berdasarkan nilai sekolah maupun prestasi yang dimiliki siswa itu.

Dia menjelaskan jika representatif UN bisa menjadi pertimbangan masuk PTN.

"Tapi kami tidak ingin siswa terjebak, siswa lulus sekolah tapi ditolak PTN."

Siswa yang lulus sekolah, lanjut Nasir, tetap bisa ikut seleksi masuk PTN.

Dari 304.000 kursi PTN yang diperebutkan, SNMPTN mempunyai kuota 50 persen.

Seleksi lainnya yakni Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mempunyai persentase 40 persen.

Seleksi ujian mandiri maksimal kuota 10 persen dari kursi yang diperebutkan.

"Tahun ini, ada 63 PTN yang ikut serta," lanjut Nasir.

Nasir menjelaskan pada tahun ini, pihaknya akan memberi sanksi tegas bagi sekolah atau siswa yang melakukan kecurangan. (Ant/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru