Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

FGII Usulkan Pemerintah Moratorium Ujian Nasional

- Senin, 20 April 2015 20:06 WIB
450 view
FGII Usulkan Pemerintah Moratorium Ujian Nasional
Jakarta (SIB)- Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) mengusulkan agar pemerintah segera melakukan moratorium pelaksanaan Ujian Nasional (UN) karena selama 11 tahun pelaksanaannya selalu terjadi kebocoran soal.

"Kami capek, karena setelah 11 tahun pelaksanaan Ujian Nasional ini, selalu saja diwarnai dengan kejadian kebocoran soal. Kami lelah setiap tahun dilaksanakan UN harus menghadapi masalah seperti ini," kata Sekjen FGII Iwan Hermawan di Bandung, Jumat.

Ditemui usai melaporkan berbagai karut marut pelaksanaan UN di Kota Bandung ke Ombudsman Perwakilan Jawa Barat, ia mengatakan moratorium ini dilakukan sambil mempersiapkan bentuk dan evalusai pemetaan pendidikan nasional untuk di kemudian hari.

Menurut dia, selain kebocoran soal, pelaksanaan UN tahun ini diwarnai dengan masalah keterlambatan pencairan dana UN kepada sekolah.

"Persoalan dana yang telat untuk pengawas ini membuat sekolah-sekolah berpikir, akhirnya itu diambil dari orang tua siswa. Padahal UN adalah tanggung jawab pemerintah bukan orang tua siswa," kata dia.

Oleh karena itu, sehubungan dengan adanya kebocoran soal UN yang masif hampir diseluruh Indonesia maka pihaknya mengimbau para rektor se-Indonesia untuk tidak menjadikan hasil UN sebagai pertimbangan seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun 2015 karena hasil UN-nya meragukan.

"Kami mendesak agar pemerintah melakukan moratorium UN karena selama UN diselenggarakan selama itu pula kobocoran soal terjadi," kata dia.

Selain itu, lanjut Iwan, pihaknya juga meminta agar pemerintah mengusut tuntas oknum yang telah malakukan pembocoran soal UN.

"Pelaksanaan UN juga menyisakan persoalan lain. Yakni sering terlambatnya pencaiaran dana UN sekolah yang sangat menguras pikiran dan tenaga dari siswa, guru, orangtua siswa, birokrat pendidikan, kepolisian dan juga masyarakat lainnya," kata dia.

Nilai UN Tetap Jadi Pertimbangan PTN
Meski terindikasi terjadi kebocoran soal, Universitas Indonesia (UI) tetap menggunakan nilai Ujian Nasional (UN) sebagai salah satu komponen bahan pertimbangan untuk penerimaan mahasiswa baru. Pasalnya, jumlah kebocoran dinilai tidak masif.

"Persentasenya kecil, kami menghargai mereka yang sudah berjuang keras," ungkap Rektor Universitas Indonesia, Muhammad Anis, Jumat (17/4).

Menurut Anis, belum tentu semua siswa melakukan kecurangan dan mengakses bocoran soal. Lagi pula, hasil UN bukanlah komponen utama untuk penerimaan mahasiswa baru.

Secara umum, dipaparkan Anis, terdapat berbagai komponen yang menjadi acuan UI menerima mahasiswa baru. Aspek tersebut antara lain nilai rapor, hasil UN, rata-rata nilai UN sekolah, reputasi sekolah, senior-senior yang berprestasi, keberhasilan siswa dari sekolah yang sama dalam SNMPTN tiga tahun terakhir, dan lain-lain.

"Jadi kompleks, ada pembobotan pada masing-masing komponen. Kami tidak mutlak merujuk pada salah satu komponen," kata guru besar dalam bidang metalurgi itu.

Terkait kemungkinan adanya ujian ulang di beberapa daerah, Anis menyatakan tidak keberatan. Hanya saja, apabila hasil UN ujian ulang melebihi jadwal waktu SNMPTN di UI, maka hasil UN ulang tidak akan turut dipertimbangkan.

"Silahkan saja jika memang perlu ujian ulang. Tetapi seleksi tidak menunggu hasil itu. Selama sesuai dengan jadwal, maka akan dipertimbangkan," ujarnya. (Rol/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru