Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Perguruan Tinggi Diminta Tingkatkan Mutu dan Riset

- Senin, 04 Mei 2015 19:39 WIB
297 view
Perguruan Tinggi Diminta Tingkatkan Mutu dan Riset
Jakarta (SIB)- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia, Mohammad Natsir mengatakan, perguruan tinggi bisa berkontribusi dalam hal daya saing bangsa dengan melakukan gerakan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, riset, dan inovasi.

Ia menyebutkan, ada dua cara bagaimana pendidikan tinggi bisa memberikan dukungan terhadap daya saing bangsa Indonesia.

“Pertama, dengan menghasilkan tenaga terampil yang dibutuhkan oleh lapangan kerja. Kedua, menghasilkan inovasi yang bisa memberikan manfaat ekonomis secara langsung bagi masyarakat,” katanya saat berpidato dalam upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional di gedung Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bertema "Dengan Hardiknas Kita Tingkatkan Mutu Pendidikan Tinggi, Riset, dan Inovasi Untuk Mendukung Daya Saing Bangsa", di Jakarta, Sabtu (2/5).

Dia menambahkan, untuk bisa menghasilkan tenaga terampil dan inovasi, ada beberapa upaya yang harus dilakukan kalangan perguruan tinggi. Di antaranya pengembangan dan implementasi secara progresif Sistem Penjaminan Mutu internal sesuai dengan SNPT. Sehingga, pada tahun 2019 nanti bisa dicapai 15 ribu program studi terakreditasi unggul dan 194 perguruan tinggi terakreditasi unggul. Selain itu, peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM), program, dan insentif untuk melakukan penelitian inovatif. Sehingga, pada 2019 bisa dihasilkan penelitian inovatif dengan teknologi readiness level 6 sebanyak lebih dari 1.000 prototype (nominal) dan technology readiness level 7 sebanyak 15 (nominal).

“Kemudian, peningkatan kemampuan dan pemberian insentif secara progresif pada publikasi internasional. Diharapkan bisa dihasilkan 12 ribu publikasi internasional di 2019,” katanya.

Langkah lain yang harus dilaksakan kalangan kampus, kata dia, adalah melanjutkan hasil penelitian yang telah dihasilkan selama ini dengan proses hilirisasi. Di  2019 diharapkan bisa dihasilkan 30 nominal produk sudah dapat diproduksi massal. Jaringan dengan industri untuk melakukan kolaborasi guna menghasilkan inovasi juga harus diperkuat. Sehingga, memberikan manfaat ekonomi secara langsung pada masyarakat. Sementara itu, pihak perguruan tinggi negeri (PTN)-Badan Hukum (BH) diminta Nasir terus melakukan program yang terencana dan progresif untuk bisa masuk kedalam 500 perguruan terbaik dunia. Diharapkan ada lima perguruan tinggi Tanah Air masuk 500 terbaik dunia pada 2019.

“Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akan secara progresif memberikan dukungan dalam bentuk kebijakan, program, dan anggaran. Supaya perguruan tinggi bisa melaksanakan gerakan peningkatan mutu pendidikan tinggi, riset, dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan upaya itu penting dilakukan karena betapa pentingnya meningkatkan mutu pendidikan tinggi, riset, dan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa menjelang pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Apalagi, harapan masyarakat terhadap pendidikan semakin meningkat. Masyarakat berharap perguruan tinggi mampu mendukung daya saing bangsa melalui penelitian yang inovatif yang dapat memberikan dampak ekonomi langsung pada masyarakat. (Rep/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru