Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Hipmagrotek FP USU Gelar Lomba Sambung Pucuk

* Prof T Sabrina: Peranan Pertanian Cukup Besar
- Senin, 18 Mei 2015 20:44 WIB
319 view
Hipmagrotek FP USU Gelar Lomba Sambung Pucuk
Medan (SIB)- Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi (Hipmagrotek) Fakultas Pertanian (FP) USU  menggelar lomba menyambung entres (sambung pucuk) pada komoditas mangga dan durian di pelataran parkir  FP USU.

“Lomba ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyambut diesnatalis ke-4 Jurusan Agroekoteknologi FP USU,” kata Ketua Panitia Kegiatan Aulia Abdul Rahman kepada wartawan, Rabu (13/5).

Menurut Aulia, kegiatan yang dilakukan untuk memperingati Diesnatalis ke-4 jurusan Agroekoteknologi FP USU, yakni bidang keilmuan dan olahraga. Untuk bidang keilmuan terdiri dari lomba cerdas cermat dan lomba sambung pucuk. Sedangkan untuk bidang olahraga, diadakan lomba futsal, bola voli, tarik tambang dan catur.

“Untuk lomba sambung pucuk ini diikuti 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa jurusan Agroekoteknologi. Masing-masing peserta lomba diberi dua komoditas yang akan disambung, yakni mangga dan durian,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Prodi Agroekoteknologi Prof Dr T Sabrina didampingi Sekretaris Prodi Lutfi Azis dan memakili dosen T Irmansyah mengatakan, lomba sambung pucuk ini tidak hanya menguji kemampuan ataupun keterampilan para mahasiswa saja tapi juga memotivasi mahasiswa untuk lebih mampu berkarya dalam bidang pertanian.

“Bidang pertanian itu mempunyai peranan yang cukup besar dalam pembangunan negara ini terutama dalam pengadaan pangan. Dan, kita berharap para mahasiswa ini orientasinya tidak mencari pekerjaan tapi bagaimana bisa menciptakan lapangan pekerjaan selepas kuliah nanti. Tentunya, dari sektor pertanian,” kata Sabrina.

Sebagai contoh kata Sabrina, perbanyakan vegetatif atau bibit tanaman seperti sambung pucuk yang dilombakan ini, merupakan peluang usaha yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. “Seperti yang dilakukan Pak Akelaras, yang mempunyai usaha penangkaran bibit tanaman di Tanjungmorawa. Pak Akelaras sukses dibidang usaha perbanyakan bibit,” kata Sabrina.

Di hadapan para mahasiswa yang juga peserta lomba, Sabrina berpesan, agar tekun dalam menggali ilmu terutama di bidang pertanian sehingga ke depan sektor pertanian Indonesia lebih maju dan bisa bersaing dengan negara-negara luar, seperti Thailand.

Sementara itu, dewan juri sekaligus pengusaha penangkar bibit tanaman UD Tani Mas, N Akelaras, mengatakan, tanaman sama dengan manusia, perlu perhatian dan perlakuan khusus. Karena itu, untuk bisa berhasil harus lebih dulu dikenali sifat dan karakteristik dari tanaman yang akan dikembangkan.
Perbanyakan vegetatif melalui sambung pucuk, menurut Akelaras, sumber entres (pucuk) yang akan disambung dan dijadikan batang atas, haruslah diambil dari pohon yang sudah disertifikasi (unggul). Sehingga tanaman yang dihasilkan memiliki kualitas yang sama dengan induknya.

Sedangkan teknik penyambungannya, harus diperhatikan jarak pemotongan batang yang akan disambung. “Jarak pemotongannya sekitar 10 cm dari pangkal batang. Jangan terlalu tinggi karena akan mempengaruhi kualitas batang atas. Idealnya, 10 cm dari pangkal batang. Setelah itu disungkup dengan plastik selama sekitar 21 hari dan diletakkan di tempat teduh. Setelah itu, sungkup dibuka dan dibiarkan di tempat teduh. Hingga berumur 1,5 bulan daun akan tumbuh,” terang Akelaras. (R5/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru