Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Kemuliaan Guru Jangan Diukur dengan Rupiah

* Apa yang Dilakukan Guru Tak Ternilai
- Senin, 23 November 2015 16:38 WIB
667 view
Kemuliaan Guru Jangan Diukur dengan Rupiah
Jakarta (SIB)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meminta guru tidak mengukur kemuliaan dirinya dengan rupiah, karena dapat menurunkan nilainya.

"Guru jangan mengukur kemuliaan dirinya dengan rupiah, karena ketika diukur dengan rupiah maka akan mengalami devaluasi atau pengurangan nilai," ujar Mendikbud dalam acara penyerahan penghargaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional di Jakarta, Sabtu.

Dia menambahkan apa yang dilakukan oleh para guru tidak bisa dirupiahkan karena tak ternilai. Sama seperti yang dilakukan oleh para relawan yang membantu lingkungannya dengan hati, yang tak bisa dinilai harganya.

Mendikbud berharap berapapun nilai materinya, maka hendaknya pekerjaan guru harus dilihat sebagai amanat yang membanggakan.

Menteri Anies mengutip peribahasa dalam Bahasa Inggris yang berarti butuh kerja keras untuk dapat uang, tapi diperlukan adab untuk menggunakan uang.
Dalam kesempatan tersebut, dia mengajak para guru untuk terus mengajarkan nilai-nilai ke-Indonesiaan.

"Kita semua ingin menjadi orang merdeka. Ingin pendidikan dibangun dengan suasana merdeka. Merdeka ada nuansa tanggung jawabnya," terang dia.

Ke depan, pihaknya berupaya mengatur agar para guru mempunyai ruang untuk berkreativitas dan berinovasi.

"Apa yang dilakukan bapak ibu adalah upaya untuk menembus keterbatasan," papar mantan Rektor Paramadina itu.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, pemilihan GTK berprestasi merupakan wahana untuk menuangkan ide, gagasan dan mencari pemecahan masalah pendidikan.

"Penghargaan ini merupakan bentuk penghargaan Kemdikbud terhadap prestasi dan dedikasi guru dan tenaga kependidikan."

Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi tersebut melibatkan 1.036 peserta dari seluruh Tanah Air.

GURU TIDAK HANYA PENGAJAR TETAPI PEMBELAJAR

Anies Baswedan juga mengatakan guru pada abad 21 bukan hanya sekadar pengajar, tetapi juga pembelajar.

"Proses belajar-mengajar saat ini adalah bagaimana menyiapkan anak-anak abad 21. Masalahnya gurunya abad 20, yang bersekolah pada abad 19," ujarnya.

Anies menganalogikan mengubah kebiasaan tersebut ibarat mengubah kebiasaan dari menulis di tangan kanan ke tangan kiri.

"Kalau dulu, berpikiran bahwa mendidik anak itu seragam, sekarang mendidik anak sesuai dengan kebutuhan mereka," ujar dia.

Tantangan ke depan, lanjut dia, guru harus mau menjadi pembelajar seumur hidup bukan hanya sekadar pengajar.

Menteri Anies memberikan penghargaan kepada para guru dan tenaga pendidikan yang mendapatkan penghargaan pada hari itu.

Menurut dia, para guru tersebut patut diberikan penghargaan karena berhasil melakukan terobosan di tengah keterbatasan.

"Hal yang mendasar untuk mengetahui kondisi guru kita adalah mengaca, yakni dengan melakukan uji kompetensi," ujarnya.

Pemerintah sendiri juga tak hanya melakukan uji kompetensi tetapi juga mendengarkan aspirasi dari guru.

"Jadi ada komponen yakni perasaan dan kompetensi guru," tutur dia.

Ke depan pihaknya terus berupaya melakukan berbagai perbaikan untuk mengembangkan potensi guru. (Ant/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru