Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 24 Juni 2026
Terkaity Pelaksanaan Kurikulum 2013

Guru TIK Tidak Dirugikan, Sertifikasinya Tak Hilang

- Senin, 24 Maret 2014 16:19 WIB
735 view
Guru TIK Tidak Dirugikan, Sertifikasinya Tak Hilang
Solo (SIB)- Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan guru yang mengajar mata pelajaran teknik informatika dan komputer (TIK) tidak ada yang dirugikan terkait diberlakukannya kurikulum 2013 secara serentak di sekolah-sekolah di Tanah Air.

Wamen Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan hal itu pada seminar nasional pendidikan di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Solo, Sabtu.

Ia juga mengatakan begitu pula untuk perguruan tinggi yang membuka program kependidikan TIK juga tidak ada masalah. "Silahkan program itu jalan terus karena tenaga pendidik untuk jurusan itu juga belum banyak," katanya.

Dikatakannya dalam kurikulum 2013 mata pelajaran TIK di SMU memang dihapuskan, bukan berarti gurunya tidak ada tugas, tetapi justru mempunyai peran yang besar dan tidak saja melayani para siswanya tetapi juga guru dan karyawan lainnya.

"Jadi nantinya guru TIK itu berfungsi seperti guru bimbingan dan penyuluhan yaitu tidak mengajar dalam kelas, tetapi harus membina sebanyak 150 siswa itu berarti jamnya sama mengajar 24 jam dan berarti sertifikasinya juga tidak akan hilang," katanya.

"Untuk itu percayalah nanti tidak ada guru yang dirugikan dan kepada guru mata pelajaran TIK diharapkan juga tugas seperti biasa. Saat ini baru ada sekitar 3.000 guru TIK padahal sekolah SMK yang memerlukan tenaga guru tersebut masih ada 26 ribu SMK," katanya.

Menyinggung mengenai pelaksanaan kurikulum 2013, Wamen mengatakan bertujuan untuk menciptakan generasi muda Indonesia menjadi produktif, inovatif, kreatif, dan efektif. Kurikulum ini juga sudah dilakukan uji coba.

"Kurikulum 2013 sudah benar dan tinggal dilaksanakan saja, dan lebih mengutamakan keterampilan. Untuk guru nantinya juga mendapat pelatihan mengenai masalah kurikulum ini," katanya.

"Kami berharap kepada seluruh guru untuk melaksanakan kurikulum 2013 ini yang mengutamakan tematik. Dan mengenai buku-buku untuk siawa juga sudah disediakan secara gratis," kata Wamen.

Menyinggung mengenai mata pelajaran bahasa Inggris untuk sekolah dasar (SD), Wamen mengatakan sebenarnya sejak kurikulum yang lama sampai kurikulum 2013 tidak ada dan ini juga tidak boleh dipaksakan.

Tetapi kalau sekolah mengajar mata pelajaran tersebut juga tidak dilarang. Mata pelajaran bahasi Inggris dalam kurikulum 2013 ada mulai sekolah menengah pertama (SMP), katanya. (Ant/h)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru