Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026
Sekitar 67 Ribu Siswa akan Mengikuti UN Perbaikan

Indeks Integritas Sekolah Pengaruhi Seleksi Masuk PTN

- Senin, 11 Januari 2016 17:06 WIB
629 view
Indeks Integritas Sekolah Pengaruhi Seleksi Masuk PTN
Jakarta (SIB)- Pemerintah mengimbau sekolah menjaga kejujuran pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2016. Indeks integritas sekolah yang rendah akan menghambat jalan siswa saat akan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Totok Suprayitno mengatakan, UN tidak hanya akan menghasilkan nilai individu siswa. Namun juga menghasilkan nilai kejujuran pelaksanaan UN, yang akan ditunjukkan melalui indeks integritas sekolah.
"Kedua nilai itu juga yang nantinya akan dijadikan bahan pertimbangan dalam seleksi masuk PTN," kata Totok dalam diskusi pendidikan yang diselenggarakan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Transformasi Pendidikan (KMSTP), di Jakarta, Jumat ( 8/12).

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang, Kemdikbud, Nizam menambahkan, indeks integritas sekolah akan menjadi alat untuk mengukur tingkat kejujuran siswa di sekolah dalam pelaksanaan UN. Sistem indeks ini dibangun untuk mendorong pelaksanaan UN yang jujur.

"Indeks integritas ini akan menjadi bahan pertimbangan PTN dalam menerima calon mahasiswa baru. Jika ada dua anak yang nilainya 9 misalnya, maka anak yang berasal dari sekolah yang jujur lah yang akan diprioritaskan," tegas Nizam.

Tahun lalu, kata dia, ada sekitar 503 sekolah yang mendapatkan indeks integritas tertinggi. Sebagai bentuk penghargaan, seluruh kepala sekolah dari sekolah-sekolah tersebut diundang ke istana untuk menerima penghargaan. Nizam berharap, jumlah sekolah yang indeks integritasnya tinggi akan semakin banyak.

Indeks integritas itu sendiri diperoleh dari hasil analisis pola nilai UN siswa di setiap kelas. Meski diakui Nizam nilai ini tidak menggambarkan keseluruhan integritas sekolah, namun paling tidak dapat mencerminkan pola kejujuran sekolah saat melaksanakan UN.

"Jadi nilai UN tidak lagi jadi patokan utama, justru pada indeks integritasnya yang akan memberi bobot lebih pada nilai UN siswa".

UN Perbaikan
Pada kesempatan itu, Nizam juga menyampaikan bahwa Kemdikbud akan menggelar pelaksanaan UN perbaikan pada 22 Februari 2016. Berdasarkan data terakhir, ada sekitar 67 ribu siswa yang akan mengikuti UN perbaikan.

"Sekitar 10 persen dari jumlah siswa yang tahun lalu tidak memenuhi kompetensi minimal," sebut Nizam. UN perbaikan itu sendiri akan dilaksanakan dengan berbasis komputer. Meski begitu, panitia belum dapat memastikan lokasi ujian dari masing-masing peserta.

Saat ini, kata Nizam, masih dilakukam validasi dan verifikasi mengenai tempat ujian. "Sebab banyak siswa yang lokasi terbarunya sudah berbeda dengan lokasi saat pelaksanaan UN tahun lalu," jelas dia.

Sementara pelaksanaan UN tulis tahun ini akan digelar pada 4 April 2016 untuk siswa SMA dan SMK. Persiapan UN tersebut sudah masuk tahap persiapan naskah soal.

"Persiapan soal sudah final, kami sedang mempersiapkan master file, kira-kira awal Februari akan dikirim ke percetakan," jelasnya.

Untuk mengantisipasi sejumlah kebocoran seperti yang terjadi pada UN 2015, Kemdikbud akan memperketat pedoman proses cetak soal.

"Saat ini percetakan sedang mempresentasikan kualifikasi percetakan mereka secara detail agar tidak terulang kembali kesalahan tahun lalu," papar Nizam. (KJ/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru