Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Toni Purba SPd, MSi: Keberhasilan Hadapi MEA Sangat Tergantung Kualitas Pendidikan

- Senin, 11 Januari 2016 17:07 WIB
632 view
Toni Purba SPd, MSi: Keberhasilan Hadapi MEA Sangat Tergantung Kualitas Pendidikan
Simalungun (SIB)- Kehadiran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) berkaitan erat dalam persaingan kompetensi  dunia pendidikan ke depan, Tantangan bagi pemangku kepentingan pendidikan ke depan harus mampu menciptakan siswa-siswi yang berkompeten untuk menghadapi persaingan bebas sesuai kebutuhan dunia usaha. “Kehadiran MEA harus kita sambut baik dan tidak perlu takut untuk menghadapi dalam segala aspek persaingan bisnis dunia usaha kedepannya,” kata Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Siantar Simalungun Toni Purba, SPd.MSi kepada SIB, Sabtu (9/1).

Toni menyampaikan, sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2016 ini. Bila kita melihat kehadiran MEA sangat erat hubungannya dalam semua aspek kehidupan khususnya dalam dunia pendidikan. “Kehadiran MEA cukup baik dalam persaingan bebas dalam dunia usaha bagi siswa/i untuk berkompetisi," katanya.

“Kenapa kita sampaikan seperti itu, alasan paling utama bahwa kerjasama (MEA) dalam dunia pendidikan mau tidak mau kita harus siap untuk mengahadapi tantangan dan persaingan dalam penguasaan ilmu pendidikan sesuai dengan kemampuan persaingan dunia usaha kedepan. Kelulusan serta kemampuan siswa/i harus sesuai dengan kebutuhan dunia usaha yang diperlukan."

Menurut dia, kehadiran MEA sangat berpengaruh dalam semua aspek pendidikan, baik itu SMA dan SMK. Namun pada hakikatnya sekolah kejuruan (SMK) lebih condong dan berkaitan terhadap kerjasama dengan (MEA) dalam hal persaingan bisnis dalam dunia usaha maupun dunia industri. Sekolah kejuruan lebih mengedepankan ahli dan ilmu kemampuan berkaitan dunia usaha sesuai jurusan yang dimiliki siswa/i."

Masih kata dia, untuk mewujudkan hal tersebut diharapkan peran sekolah dan guru untuk menciptakan program kesinambungan kurikulum dunia pendidikan yang diprogramkan oleh tenaga pengajar  kepada siswa/i. Tujuannya adalah untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) agar kemampuan anak sekolah nantinya mampu bersaing mengisi lapangan kerja yang disediakan sesuai kemampuan anak didik." Kemampuan siswa/i harus berlandaskan kurikulum yang diajarkan oleh guru sesuai praktek kerja (Prakrin) agar dirancang sedemikian bagus oleh sekolah maupun guru masing masing mata pelajaran."

Selain itu juga, kita mengharapkan penguasaan bahasa asing (Bahasa Inggris) sangat perlu dan begitu penting dalam dunia pendidikan untuk menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). "Penguasaan bahasa asing harus  lebih diutamakan dan diprioritaskan dalam penerapan mata pelajaran oleh guru terhadap siswa/i, dan saya rasa itu yang harus diprogramkan kedepannya."

Ditambahkannya setelah peran serta sekolah maupun guru, keterlibatan pemerintah (Pemkab Simalungun) juga harus mampu dan siap menyambut baik program kerjasama Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). "Saya rasa pemerintah tidak bisa lepas tangan dan harus siap menjadi garda terdepan atas kehadiran MEA," tandasnya. (Dik-APS/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru