Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Mendikbud: Guru Pilar Kemajuan Pendidikan di Indonesia

- Senin, 01 Februari 2016 22:26 WIB
644 view
Mendikbud: Guru Pilar Kemajuan Pendidikan di Indonesia
Ambon (SIB)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan guru adalah pilar kemajuan pendidikan di Indonesia. 

"Hasil pendidikan dapat dilihat dari potret wajah masyarakatnya. Pendidikan dapat  diperoleh di rumah dan sekolah. Angka-angka kinerja pendidikan bisa digunakan untuk memproyeksikan pendidikan masa depan," kata Menteri Anies, dalam sambutan pada Pembukaan Konferensi Kerja Nasional III PGRI Masa Bakti XXI Tahun 2016, di Ambon, Jumat (29/1) malam.

Menurut dia, potret masyarakat hari ini, adalah potret pendidikan di masa lalu. 

Republik ini didirikan oleh kaum terdidik. Mereka mengenyam pendidikan di saat 95 persen masyarakatnya buta huruf. Tetapi mereka tidak berkeluh kesah, tidak merasa takut dan khawatir. 

"Para kaum terdidik itu mengirim pesan, bahwa bangsa ini belum sejahtera, belum makmur dan belum mengenal huruf, dan kita  sekarang  yang terlibat dalam membangun bangsa Indonesia perlu mengubahnya seperti dicita-citakan  dalam konstitusi," katanya.

Menteri Anies mengakui, para pemimpin republik ini adalah pendidik yang berawal dari  seorang guru. Mereka sebagai pejuang dibuang dan diasingkan ke daerah-daerah terisolasi, tetapi mereka tetap mengajar.

"Pendidik memang seorang pemimpin, dan setiap pemimpin pasti hadir untuk membagikan visinya sebagai proses pendidikan. Karena itu, tanggungjawab yang dimiliki oleh guru sangat luar biasa besar, karena dia hadir untuk mendorong percaya diri bangsa," ujarnya.

Bayangkan, kata dia, jika dahulu Bung Karno berbicara sesuai kenyataan dan tidak mengirim pesan positif, habislah nasib bangsa ini. 

"Bung Karno mengatakan, berikan saya 10 pemuda dan saya akan guncang dunia, padahal dalam statistik saat itu mengatakan bahwa 9 dari 10 pemuda buta huruf. Indonesia hari ini, menghadapi banyak masalah, tetapi masalah kita hari ini jauh lebih sederhana dibandingkan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh para pendiri republik ini," katanya.

Karena itu, harus mengembalikan perasaan memiliki masalah, perasaan ikut menyelesaikan masalah, perasaan datang untuk kontribusi. 
"Sikap mentalnya adalah, kami datang  untuk kontribusi dan kami datang untuk mengubah," tandasnya.

PGRI, kata dia, adalah organisasi yang hadir di saat republik ini ibarat masih jabang bayi. PGRI saat itu mulai bergerak, mereka yang tergabung adalah orang-orang yang mencerdaskan dan mengubah di masa itu. 

Karena itu, guru yang tergabung dalam PGRI mempunyai tanggungjawab moral yang sangat tinggi, karena  tidak sekedar organisasi profesi biasa, tetapi organisasi yang hadir di saat republik ini sedang  mulai berjalan. 

"Hadir untuk menjalankan dan salah satu yang dijanjikan paling fundamental adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Saya berharap sekali, Konkernas III PGRI benar-benar bisa memfokuskan pada agenda-agenda yang penting," pinta Menteri Anies.

Menurut dia, salah satu tantangan organisasi yang sudah berusia lama, adalah memiliki masa lalu yang panjang dan kecenderungannya organisasi yang lama, membicarakan masalah lalu. PGRI memiliki masa lalu yang gemilang. 

Sekarang giliran membicarakan masa depan dan menulis masa depan yang bakal gemilang dengan masa lalu PGRI, ini tanggungjawab ke depan.

"Saya mengapresiasi, bahwa tujuan Konkernas III PGRI, menjadikan pendidikan bermutu. Pendidikan bermutu kita harus dorong bersama-sama. Mengapa ini penting?, karena kalau kita hanya melihat dari konstitusi, peraturan yang mengatakan bermutu tetapi mutunya seberapa tinggi tidak ditulis," katanya. 

"Saya pernah mengatakan, jika di Singapura angka-angka pendidikan delapan dan di Indonesia angka-angkanya empat, apakah kita melanggar undang-undang. Kemudian jika di dunia lain angka sembilan dan kita lima, pasal mana di UU kita melanggar, ternyata tak ada yang dilanggar. Yang kita kalahkan bukan peraturan, yang kita kalahkan adalah komitmen kita pada anak-anak dan masa depan. Kita bekali mereka untuk bisa menjadi orang yang mandiri dan menjadi wakil Indonesia di seluruh dunia, ujar Menteri Anies. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat