Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Kemenristekdikti Persingkat Pengurusan Izin Prodi Baru

* Pembukaan Prodi Baru Berdasarkan Kondisi Daerah
- Senin, 15 Februari 2016 17:03 WIB
304 view
Jakarta (SIB)- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mempersingkat pengurusan izin program studi baru yang sebelumnya membutuhkan waktu selama satu tahun menjadi tiga bulan.

"Kalau sebelumnya memerlukan waktu selama satu tahun, sekarang hanya butuh waktu tiga bulan. Jadi kalau pengajuan pada awal Januari, maka akhir Maret sudah diketahui," ujar Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo, di Jakarta, Jumat.

Sebelum 2015, katanya, pihak perguruan tinggi yang ingin mengurus izin prodi harus datang menyerahkan proposal, sistem manual, tidak perlu ada penilaian Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (BAN PT) terkait akreditasi minimum, proses pemberian bisa sampai dua tahun, serta pemohon sering kali datang ke Jakarta menanyakan kemajuan dari proposalnya.

Sejak Januari 2015, pihak Kemenristekdikti melakukan reformasi birokrasi dalam proses layanan administrasi sistem izin pendirian atau perubahan bentuk perguruan tinggi serta pembukaan program studi digital atau "online" (daring/dalam jaringan internet).

Proses layanan administrasi yang dapat dilakukan secara "online" bertujuan untuk dapat memberikan pelayanan yang bersih dan efisien bagi masyarakat dalam meningkatkan pelayanan kelembagaan di bidang pendidikan tinggi.

"Saat ini masyarakat tidak lagi harus mengirimkan dokumen dalam bentuk "hardcopy" dan datang ke Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mendorong sistem pelayanan perizinan di bidang kelembagaan pendidikan tinggi dapat berjalan semakin baik dan memberikan jangkauan layanan yang lebih luas bagi masyarakat pendidikan tinggi," jelas dia.

Sistem "online" tersebut menyingkat tahapan proses evaluasi pendirian atau perubahan bentuk perguruan tinggi serta pembukaan program studi baru.
Tahapan tersebut yakni tahap verifikasi dokumen usulan, tahap evaluasi dokumen, serta tahap validasi dengan instrumen terintegrasi bersama BAN PT.

Sejak dari pengunggahan hingga pengumuman membutuhkan waktu tiga bulan, kemudian jika ada yang perlu diperbaiki maka membutuhkan waktu maksimal tiga bulan hingga akhirnya disetujui. Jika kemudian ditolak, maka harus diajukan kembali tahun depan.

"Pengunaan instrumen terintegrasi ini ditujukan untuk mempercepat waktu penilaian," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Ketua (BAN PT), Mansyur Ramly, mengatakan pengurusan akreditasi BAN PT hanya membutuhkan waktu tiga minggu. Sementara penilaian per prodi hanya satu hingga dua jam.

"Saya yakin kalau tiga bulan itu bisa, Insya-Allah," kata Mansyur. 

Sementara itu Dirjen Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Patdono Suwignjo mengatakan pembukaan program studi baru harus berdasarkan kondisi daerah.

"Kondisi daerah satu dengan daerah lain berbeda, ada daerah yang sudah jenuh dan ada juga yang tidak," ujar Patdono di Jakarta, Sabtu.

Dia memberi contoh untuk program studi kesehatan, kebidanan maupun kedokteran gigi di daerah Jawa dan Bali sudah mengalami tahap yang jenuh. Namun di pulau lain seperti Sulawesi, masih banyak diperlukan.  

Begitu juga di Jawa dan Bali untuk program studi pendidikan guru sudah mengalami titik jenuh, tapi di luar Jawa dan Bali malah sebaliknya.

"Untuk yang masih membutuhkan, kita bebaskan."

Kemenristekdikti melakukan moratorium terhadap akademi kesehatan dan kebidanan, hal itu dilakukan karena di beberapa daerah sudah mengalami titik jenuh. Artinya antara lulusan dan permintaan kerja tidak lagi seimbang, akibatnya lulusannya tidak terserap dengan baik.

"Kami memberi solusi, bagi daerah yang mengalami moratorium bisa meningkatkannya ke jenjang sarjana, ataupun pascasarjana. Selama ini, banyak yang hanya "mentok" sampai diploma tiga," jelas dia.

Disinggung sampai kapan moratorium akan dilakukan, Patdono mengatakan moratorium dilakukan hingga rasio antara lulusan dan permintaan tenaga kerja membaik. (Ant/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat