Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 25 Juni 2026

Kafe Pria Macho Dibuka di Jepang

- Minggu, 24 Mei 2015 22:10 WIB
391 view
Kafe Pria Macho Dibuka di Jepang
Tokyo (SIB)- Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar kafe dengan konsep yang unik tentang maid cafe, kafe yang para pegawainya mengenakan baju layaknya pelayan pada zaman Victoria di Inggris. Sebuah kafe di Tokyo Jepang memiliki konsep yang serupa.

Hanya saja para pelayan mereka bukan para gadis manis berpakaian ala pelayan Inggris zaman dahulu, melainkan para pria kekar berotot. Di kafe yang dinamakan Macho Cafe itu, para pelayannya menggunakan pakaian rompi ketat yang mempertontonkan otot-otot mereka kepada para pengunjung yang sebagian besar perempuan.

Laman resmi dari Macho cafe mengatakan bahwa ide membuka kafe ini muncul saat sang pemilik bertanya kepada dirinya sendiri “mengapa ada kafe yang menyuguhkan kopi dari biji yang dipilih secara seksama, namun tidak ada kafe yang memilih secara seksama pria-pria macho?” Untuk menjawab pertanyaan ini dia kemudian membuka kafenya yang menawarkan pelayanan terbaik dari para binaragawan terpilih bagi para klien perempuannya.

Laporan dari Kotaku, Kamis (21/5) menyebutkan menu yang disuguhkan di Macho Cafe didesain agar sesuai dengan tema yang diketengahkan. Menyajikan makanan-makanan kaya protein yang dibuat oleh para pria kekar tersebut. Makanan pembukanya misalnya, terdiri dari telur asin dan oatmeal, sedangkan sajian utamanya terdiri dari orak arik putih telur dan nasi cokelat dengan bubuhan saus tomat.

Harga yang dipatok bisa dikatakan mahal untuk menu seperti itu. Sepiring panekuk misalnya dihargai hingga 1.620 Yen atau Rp175 ribu. Namun, harga itu termasuk dengan pose yang diperagakan sang pelayan ketika menyajikan pesanan.

Meski begitu menu termahal mereka bukanlah makanan, melainkan kesempatan berfoto dengan para pelayan kekar yang mengelilingi Anda. Paket foto yang disebut Wall of Meat itu membuat anda mengeluarkan uang sekira 3.219 yen (Rp 347 ribu). Kafe Macho ini dibuka hanya pada hari-hari tertentu saja. Tapi setiap kali dibuka kafe ini selalu dipenuhi dengan pengunjung yang bahkan sampai mengantre untuk menikmati pelayanan di sana.

Beri Diskon
China memang tidak habis akal dengan ide diluar nalarnya. Kali ini, ada konsep diskon dari restoran shabu-shabu. Jinan Restaurant, tempat makan yang terkenal dengan menu makanan rebusnya sanggup memberikan potongan harga kepada setiap pengunjung wanitanya. Syaratnya mudah, mereka hanya perlu memakai rok mini saat mengunjungi restoran tersebut.

Dalam aturannya restoran ini memotong setiap tagihan pemesanan dengan jenjang tertinggi antara batas lutut dengan rok. Semakin pendek rok yang dipakai, maka semakin besar potongan yang akan diberikan, seperti dilansir Shanghaiist, Senin (18/5).

Berdasarkan kutipan surat kabar Sina news, seorang pelanggan wanita memaparkan, jika potongan harga hingga 90 persen diberikan apabila jarak rok mini mencapai 33 centimenter di atas lutut. Apabila hanya 8 centimenter di atas lutut, diskon yang diperoleh cuma 20 persen saja. Cara pemasaran seperti ini memang terdengar cabul dan terkait norma asusila, tapi China telah membuktikan bahwa dengan hal ini nilai jual suatu usaha akan menjadi lebih meningkat.
Potongan harga khusus bagi mereka yang tampan, cantik, atau memakai busana khusus sudah beberapa kali dilakukan bisnis di Negeri Tirai Bambu. 

Sebelumnya, restoran di Zhengzhou, China pernah melaksanakan konsep potongan harga serupa. (merdeka.com/okz/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru