Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 30 Juli 2026

P u i s i

- Senin, 08 Mei 2017 14:57 WIB
334 view
ILMU

Kau terus melekat di bahuku
Kau terus kugendong
Kau terus menumpuk di memoriku
Kau terus kujaga
Bungkuk pun tubuhku
Tak mengelabuhi langkahku
Pusing pun mengitariku
Tak mematahkan semangatku

Putri Panjaitan,
SMP Budi Murni, 3 Medan


GURU

Kau adalah pahlawanku
Kau  adalah pendidiku
Karena kau aku bisa menggapai cita-citaku
Tanpamu aku tidak dapat menggapai cita-citaku
Kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa

Dubert Ignasius Depari,
SMP Budi Murni-3 Medan


SEKOLAH

Tempatku menuntut ilmu
Tempatku dibentuk
Menjadi buah-buah maju di masa depan
Hingga terjunjung anganku

SMP Budi Murni 3,
Medan


DETIK-DETIK SMA

Semua terjadi begitu cepat
Waktu seakan tak cukup tuk mengulang
Masa putih abu-abu di masa mudaku
Begitu cepat berlalu
Getir hidup, manis, pahit telah kulalui
Hidup begitu penuh perjuangan
Banyak hal yang kualami denganmu
Dan perpisahan itu kian menusuk
Detik-detik SMA telah mendengung
Rasa haru tercipta di kala melepas kisah itu
Detik-detik SMA mendebarkan jiwa

Melly Andriani Ginting,
SMA Van Duynhoven Saribudolok


GURU

Engkau telah mendidik kami selama ini
Engkau telah memperjuang kami
Hingga kami menjadi sukses
Engkau telah mempertarungkan
Nilai kami menjadi bagus
Engkau adalah pahlawanku
Terima kasih atas pengorbananmu
Guruku

Mika Tiurma,
SMA Nasrani 2 Medan


SEKOLAH

Kau adalah tempatku mencari ilmu
Kau adalah tempatku mencari teman
Dan kau tempatku mencari kehidupan
Sekolahku
Tak ada tujuan lain tuk menghampirimu
Selain mencari ilmu, kalau ku lulus nanti
Kau takkan kulupakan

Meisya Simanjuntak
SMP Budi Murni


GURU

Tuhan menciptakan matahari
Yang tak bosan untuk bersinar
Begitu juga dengan engkau
Yang dengan iklas mengajari
Engkau bagai tetesan embun
Yang menyejukkan hati
Engkau adalah pahlawan
Yang tidak mengharapkan balasan
Guru, jasamu tak kulupakan

Mei Dina Butar-butar.
SMAN 1 Siantar Narumonda


IBU

Bagiku engkau adalah sebagian dari nafasku
Aku kau bawa kemanapun engkau pergi
9 bulan engkau mengandungku
Itu bukan hal yang mudah
Bahkan ketika aku lahir engkau masih susah
Waktumu banyak terbuang hanya karena menjagaku
Tetapi, tetap aku kau sayang
Tak ada sedikitpun rasa bencimu padaku
Dengan apakah aku harus membalas semua ini?
Ibu maafkan aku yang selalu menyusahkanmu
Maafkan aku yang selalu tak bisa menghapus air matamu
Aku manyanyangimu lebih dari yang kau tau

Dian Oktaviana Ginting,
Poltekkes Kemenkes Medan


YANG TERPENDAM

Jiwa terbumbung diantara derasnya air
Hujan, aku terbatu menatap sang pujaan hati
Seraya berhayal akankah dia menjadi milikku
Cinta begitu gelora, namun terpendam
Bersama hujan yang senja
Aku hanya mampu menatapnya, tapi
Sulit tuk ungkapkannya
Cinta yang terpendam
Begitu pedih menyayathati
Dia pilu tuk menahan
Namun takut tuk di ungkapkan
Cinta takkan pernah sama seperti dulu
Takkan berpihak pada yang layu
Takkan singgah di hati pilu
Itu yang pantas untuk diriku

Gunawan Tampubolon,
SMA Panti Harapan Lawe Desky
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru