Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026

Sejumlah Jenderal Tanamkan Nasionalisme untuk Kaum Milenial di Methodist 7 Medan

- Minggu, 07 April 2019 11:39 WIB
1.122 view
Sejumlah Jenderal Tanamkan Nasionalisme untuk Kaum Milenial di Methodist 7 Medan
SIB/Dok
TEKNOLOGI DIGITAL: Sebagian siswa Methodist 7 Jalan Madong Lubis Medan menggunakan komputer persiapan UNBK awal April 2019 disaksikan Pimpinan Methodist 7 Erison Sitorus SKom MH dan para ahli teknologi digital.
Medan (SIB) -Kaum milenial dalam lingkup keluarga besar Methodist 7 Jalan Madong Lubis 7 Medan Timur, beroleh pendadaran nasionalisme keindonesiaan dari sejumlah tokoh. Sebelum kegiatan di intern sekolah, pelajar mulai dari taman kanak-kanak - SD - SMP dan SMA institusi dalam naungan Yayasan Daun Palem Indonesia itu diajak mengenal kedirgantaraan Indonesia di Lanud Soewondo Medan.

Diarahkan Danlanud Supadio Kalimantan Barat Marsma TNI Palito Sitorus, kaum milenial beroleh pemahaman wawasan Nusantara dari matra TNI-AU yang menjaga langit wilayah Indonesia.

Pimpinan Methodist 7 Erison Sitorus mengatakan, kaum milenial di era globalisasi sudah masuk dalam bumi tanpa batas. "Yang memberi pemahaman dengan wawasan kebangsaan adalah nasionalisme keindonesiaan. Yang menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di masa datang adalah kaum milenial saat ini," jelas putra pendeta dari keluarga pendidik itu di Medan, Jumat, (5/4) didampingi Koordinator Bimbingan Penyuluhan Methodist 7 Pdt Robert Sihombing MTh, Kepala SMA Saiful Juni Panjaitan, Kepala SMP Jassin Sianturi, Kepala SD Poltak Simorangkir dan Ketua Yayasan Daun Palem Indonesia Tunggul Sitorus.

Erison Sitorus mengatakan, Methodist 7 Medan telah 'melahirkan' sejumlah jenderal di antaranya Marsma TNI Palito Sitorus yang alumni Akmil 1990. Ada juga jenderal dari Polri dan TNI AD yang kini berdinas di Kodam Iskandar Muda. "Dari jenderal yang darahnya nasionalisme asli itu diharapkan mengalirkan semangat bela negara yang tinggi pada kaum milenial di Methodist 7," lanjutnya.

Menyeimbangkan kualitas nasionalisme, lanjutnya, pihaknya rutin menggelar reatret untuk seluruh pelajar. Seperti pada Jumat - Sabtu (1 -2 /3), di Ambarita, Samosir. Kegiatan dimaksudkan menempa jiwa iman kekristenanyang kental. "Dengan pemilikan nasionalisme keindonesiaan plus moral agama yang kuat, berarti telah punya dasar dan basis menjadi manusia Indonesia seutuhnya," tambah Erison Sitorus.

Sejalan dengan fase tersebut, dilakukan pendadaran ilmu ilmiah dengan mengadopsi kemajuan zaman. Mulai dari pendidikan berbasis teknologi digital hingga pemahaman ilmu lainnnya. "Muara semuanya adalah pemilikan character building yang sesuai cita-cita negara," paparnya. "Dengan demikian kaum milenial terproteksi dari hal-hal kontraproduksi pembanguan bangsa!" (R10/l)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru