Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Pandemi Covid-19 Antar Milenial Candu Gadget

Redaksi - Minggu, 26 April 2020 21:59 WIB
441 view
Pandemi Covid-19 Antar Milenial Candu Gadget
Marihot Manullang
Medan (SIB)
Fase pandemi Covid-19 yang disikapi #DiRumahAja dengan belajar daring atau belajar mandiri secara pasti mengubah pola kehidupan sosial milenial. Terkait literasi generasi muda, dampaknya terasa seperti kerentanan kesehatan sebab pergerakan yang menurun drastis, pendidikan face to face terputus, kurangnya bermain dan bersosialisasi. Yang paling mengemuka, anak-anak semakin dekat dengan gadget bahkan sebagiannya menjadi candu.

Demikian simpulan pendapat Prof Dr Marihot Manullang yang disampaikan secara virtual Jumat (24/4). Guru Besar UPMI Medan itu memastikan, perkembangan sosial intelektual tersebut menjadi perbedaan yang melebar antara warga kota dengan di mana lokasi fasilitas Internet masih belum maksimal bahkan tidak ada, termasuk faktor lingkungan belajar yang kurang kondusif juga menjadi tantangan penerapan kebijakan belajar dari rumah. “Kiranya orangtua memahami dampaknya hingga harus ekstra mendampingi anaknya,” usulnya.

Yang mengkhawatirkannya, orangtua justru tertekan mendampingi proses belajar anak sebab pemahaman pemaksimalan gadget masih di bawah pemahaman buah hatinya. Marihot Manullang menunjuk survei Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI di mana 49 persen anak merasa program belajar dari rumah membebani, hingga 22 persen yang mengerjakan tugas, 13 persen menjalankan hobi, serta 9 persen melakukan aktivitas olahraga. “Sekarang bagaimana harus meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar dari rumah memaksimalkan candu gadget menjadi produktif positif,” harapnya.

Ia mengusulkan pengembangan konten belajar daring hingga kemasannya lebih menarik minat milenial untuk tetap menggali pelajaran bersifat positif. “Yang paling membayakan, bagaimana milenial tidak menjadi biasa dengan hoax. Itu berbahaya,” sebut Ketua Dewan Pakar Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sumut tersebut.

Marihot Manullang mengutip pesan Paus bahwa sungai tidak minum air alirannya, pohon tidak pernah memakan buahnya, matahari tidak bersinar untuknya. “Hidup harus mengikuti aturan alam. Manusia dilahirkan untuk saling membantu dan harus ikhlas tatkala orang lain bahagia karena kebersamaan,” tutupnya. (T/R10/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru