Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Aktivitas Anak-anak Pengungsi Korban Erupsi Gunung Sinabung

- Minggu, 02 November 2014 15:25 WIB
480 view
Aktivitas Anak-anak Pengungsi Korban Erupsi Gunung Sinabung
Murni Tobing-Huber bersama anak-anak korban erupsi Gunung Sinabung saat Presiden Joko Widodo mengunjungi lokasi pengungsian, Rabu, (29/10).
Kabanjahe (SIB)- Pasca erupsi Gunung Sinabung pada Oktober 2014, gelombang pengungsian tak terelakkan. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Rabu (8/10),  terjadinya 89 guguran material berbahaya dari Gunung Sinabung meski tidak mengalami erupsi, guguran 89 kali. Guguran awan panas guguran dari puncak gunung sejauh 3.000 meter ke arah selatan.
Kondisi itu membuat jumlah pengungsi mencapai 3.287 jiwa (1.019 KK) yang ditampung di 16 titik pengungsian. Bersama para orangtua, anak-anak pun ikut di posko pengungsian.

Ketua Bara JP Sumut Murni Tobing-Huber mengatakan, anak-anak yang berada di posko pengungsian harus diberi aktivitas untuk mengisi hari-harinya. Bila dibiarkan tanpa aktivitas, bakal timbul hal-hal sosial bahkan bisa mengalami traumatik permanen. “Banyak relawan yang peduli. Para pekerja sosial diharapkan memerdulikan anak-anak. Yang utama harus diajak terus bermain tanpa melupakan belajar dan mendekatkan pada Sang Pencipta,” ujar perempuan yang fokus kegiatan sosial dan keagamaan tersebut.

Seperti yang dilakukan tim Bara JP Sumut, Murni Huber kerap mengunjungi pengungsi dan bermain dengan anak-anak. Semampunya melakukan pembinaan melalui pengajaran persuasif. Sesuai dengan  misi hidupnya, anak-anak diajari tentang hal-hal yang muaranya mencintai lingkungan. “Masalahnya mungkin dianggap sepele, misalnya tidak membuang sampah sembarangan tapi dampaknya luar biasa besar,” tandas ibu dua anak di mana buah hati pertamanya kini studi di Jerman tersebut.

Selain mengajari anak-anak dengan menekankan pada pengajaran budi pekerti, Murni Huber mengajari anak-anak guna menanamkan nasionalisme keindonesiaan. Seperti menghapal Pancasila. “Anak-anak itu belum paham benar filosofi apa yang ada dalam butir-butir Pancasila. Tetapi dengan pemahaman atas dasar negara Indonesia itu, kelak mereka akan mengamalkannya dalam kehidupan. Di sinilah sosok teladan sangat diperlukan,” tandasnya.

Ketika Presiden Joko Widodo mengunjungi pengungsi, Rabu, (29/10), Murni Huber berada di tengah anak-anak dan menuntun untuk melakonkan menghormat bendera Merah Putih, mengulang mengucapkan Pancasila. “Betapa bahagianya bila anak-anak sudah tahu Pancasila dan menghormati Merah Putih. Tinggal bagaimana mengulang dan terus mengulang hingga lengket dan tak pernah lekang dalam pikiran mereka,” tutup perempuan kritis atas hal-hal kehidupan sosial kemasyarakatan tersebut.

Sejak Gunung Sinabung reaktif, selama lebih setahun Murni Huber aktif. Mulai menggalang bantuan hingga menyalurkannya dengan melibatkan para artis dari Jakarta. (r9/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru