Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026
31 Maret di Lapangan Parkir Plaza Medan Fair

Anak Muda Medan Gelar Kontes Bonsai Terbesar di Indonesia

- Minggu, 29 Maret 2015 21:34 WIB
4.039 view
Anak Muda Medan Gelar  Kontes Bonsai Terbesar di Indonesia
SIB/ Horas Pasaribu
Wakil Ketua Panitia kontes bonsai Ahmad Fadli Daulay dan pebonsai senior, Akai mengapit bonsai jenis ulmus, asli lokal Kota Medan.
Medan (SIB)- Kota Medan jadi tuan rumah kontes bonsai terbesar se Indonesia yang akan dilaksanakan, Selasa (31/3), di lapangan parkir belakang Plaza Medan Fair (Carefour). Para penggemar bonsai akan mendapat kesempatan menyaksikan keindahan tanaman kerdil kontes  nasional seni bonsai dan bursa tanaman hias.

Sederetan bonsai terlihat memenuhi pelataran parkir yang telah disediakan panitia PPBI (Perhimpunan  Pecinta Bonsai Indonesia) kota Medan. Mulai dari usia di atas 10 tahun sampai ratusan tahun,  ratusan pohon bonsai yang telah tertata dalam pot ini siap untuk diperlombakan yang akan dibuka oleh ketua cabang PPBI Kota Medan Amri P Siregar.

Bahkan dari target awal,  panitia kontes menargetkan sebanyak 200 peserta dan ternyata hingga saat ini telah mencapai 300  peserta. Dari ratusan jenis pohon  bonsai yang akan diikutsertakan dalam kontes tersebut,  ada  beberapa jenis bonsai yang  sangat diminati oleh masyarakat  dan  telah diikutsertakan didalam beberapa kontes di luar negeri seperti jenis bonsai  Beringin, Lohansung, Cemara, Anting Putri, Mirten, Ulmus, Sancang dan Waru.

Medan mengandalkan bonsai unggulannya yakni anting putri yang kerap menebar semerbak wangi di malam hari. Wakil Ketua panitia Ahmad Fadli Daulay, Jumat (27/3) menyatakan, anting putri ada dua jenis berdaun besar dan halus. Tapi pohon ini berbunga seperti anting-anting kecil-kecil berwarna putih. Peserta lain dari luar Sumut akan ”kecut” bertanding jika berhadapan dengan anting putri yang sudah melanglang dan jadi juara buana  di nusantara.

“Anting putri ini adalah karya anak-anak Medan dan tidak  ada di daerah lain di luar Sumut, peserta lain sangat memperhitungkan kehadiran anting putri ini,” jelas Fadli didampingi Ketua panitia A Halim (A Chiang).

Kontes bonsai dan tanaman hias yang diselenggarakan PPBI Kota Medan tersebut adalah mau  merubah anggapan masyarakat yang selama ini menganggap bonsai adalah tanaman yang mahal, padahal bukan. Bahkan  pecinta bonsai bisa mendapatkan tanaman ini secara gratis, tapi dengan kesabaran dan keseriusan pebonsai  bisa membentuknya menjadi tanaman indah dan berkualitas.

“Bayangkan saja harga satu bonsai yang berkualitas bisa mencapai harga jual yang sangat tinggi dan harganya pun bervariasi dari puluhan ribu rupiah, ratusan ribu, ratusan jutaan hingga bisa mencapai miliaran perbatang,” ungkapnya.

Tujuan awal kontes ini menurut sekretaris PPBI kota Medan tersebut adalah bukan untuk memperjualbelikan pohon bonsai tapi untuk meningkatkan prestasi. Kalau untuk Sumatera kualitas bonsai ini sudah diakui pusat. Pusat sudah mengakui kalau kwalitas bonsai Sumatera dan penataan pohon bonsainya  masih memegang kwalitas nomor satu.

Daulay menambahkan, pada kontes  kali ini PPBI Kota Medan akan menampilkan pohon-pohon yang benar-benar berkualitas dan harga-harga yang pantastik. Dalam kontes ini ada beberapa pohon bonsai yang telah juara nasional bahkan ada yang juara Malaysia dan  juara-juara di negara lain diikutsertakan. “Pohon Bonsai yang ikut kontes ini memang rata-rata yang sudah melanglang buana ke mancanegera,” ujarnya.

Pada  beberepa even kontes yang telah dilaksanakan di Indonesia tidak ada diperebutkan hadiah. Even kontes adalah untuk mengejar sertifikat (rapor). Dan dengan adanya sertifikat ini akan mendongkrak harga penjualan bonsai  bagi yang mau menjual tetapi bagi kolektor yang tidak mau menjual ini merupakan kepuasan batin tersendiri.

Saat ini Indonesia merupakan negara peringkat nomor 3 di dunia dalam kwalitas pohon bonsai dibanding Jepang dan Taiwan. Bahkan tenaga skil orang Indonesia untuk menciptakan pohon bonsai itu sudah diakui dunia. Ke depannya PPBI tetap optimis meski pemerintah belum sepenuhnya mendukung  seni bonsai. Padahal seni bonsai telah menganggap negara Indonesia menjadi peringkat ke-3 di dunia di samping bidang olahraga. “Kita juga mengharapkan dukungan dari pemerintah agar seni bonsai ini dapat diperhatikan,” ungkapnya.

Pada penyelenggaraan kontes kelas Utama di Medan kali ini adalah merupakan  peserta terbanyak. Bahkan belum pada acara penutupan pendaftaran  sudah 300 pohon yang didaftar. Dan bila kontes ini berjalan dengan baik maka akan ditargetkan ke even kejuaran kontes bintang. Disamping bonsai, kontes tersebut diramaikan tanaman-tanaman hias lainnya di antaranya Dartatik Damanik Nursery.  (A12/A13/d)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru