Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 12 Juni 2026

Hukum Berat Anggota DPRD Sindikat Narkoba

- Kamis, 23 Agustus 2018 11:48 WIB
329 view
Sindikat Narkoba internasional terus berupaya memasukkan barang haramnya ke Indonesia. Berbagai modus dilakukan, ada jalur udara, darat dan laut. Pemainnya selalu berganti dan kadang tak terduga aktornya.

Seperti yang terjadi di Langkat, Sumatera Utara. Pemainnya ternyata anggota DPRD setempat. Aksinya menurut BNN bukan kali ini saja, tapi sudah berulang. Masyarakat tertipu dengan penampilan kesehariannya.

Anggota DPRD tersebut dikenal sebagai sosok yang jauh dari Narkoba. Bahkan, dia terlibat dalam gerakan antinarkoba di Langkat. Dalam pemeriksaan kesehatan karena persyaratan menjadi caleg, ternyata yang bersangkutan juga bebas dari obat terlarang.

Hal ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Orang yang tampaknya baik dan polos di permukaan, belum tentu seperti itu yang sebenarnya. Polisi dan BNN mesti bekerja keras mengungkap sindikat Narkoba yang diduga terkait mafia internasional. Sebab barang haram tersebut masuk ke Indonesia lewat jalur laut.

Banyak pihak heran mengapa anggota dewan tersebut terlibat sindikat Narkoba, sebab secara ekonomi, dia mapan karena memiliki usaha. Sebagai wakil rakyat juga mendapatkan gaji dari negara. Ternyata godaan Narkoba sangat menggiurkan untuk menumpuk kekayaaan.

Bisnis Narkoba memang menggiurkan bagi pengedarnya. Korbannya adalah pengguna, yang karena sudah ketagihan, rela membayar mahal. Sebagian besar dari mereka adalah generasi muda bangsa. Sindikat pengedar tak peduli siapa korbannya, asal uang melimpah.

Wajar anggota DPRD yang menjadi sindikat Narkoba diberi hukuman seberat-beratnya. Sebab sebagai wakil rakyat, harusnya tindakannya adalah memerjuangkan warganya. Bagaimana mereka bisa sejahtera dan terlindungi dengan baik. Bukan malah "membunuh" rakyatnya dengan narkoba.

BNN diharapkan mengungkap kasus ini terang benderang. Jaringannya meski diungkap hingga akar-akarnya. Aliran uangnya mesti diperiksa, apakah ada pencucian uang, dan mungkin ada pihak lain yang terlibat.

Mari dukung Polri dan BNN membasmi Narkoba dari lingkungan kita masing-masing. Jangan tak peduli, dan segera laporkan manakala ada jejak pengedar.
 Penjagaan laut mesti lebih ketat, apalagi barang haram tersebut banyak masuk dari jalur tersebut, mengingat masih banyak pelabuhan "tikus", tanpa ada aparat. (**)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru