Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026

Tetap Bersatu dalam Perbedaan

- Selasa, 21 Mei 2019 11:15 WIB
931 view
Kemarin, 20 Mei 2019, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Tema tahun ini adalah "Bangkit untuk Bersatu". Ada dua penekanan, yakni soal kebangkitan sebagai bangsa dan pentingnya persatuan, di tengah realitas Indonesia yang sangat majemuk.

Hari Kebangkitan Nasional diambil dari tanggal kelahiran organisasi Budi Utomo (Boedi Oetomo). Organisasi ini didirikan para pelajar di School Tot Opleiding Van Inlands Artsen (STOVIA) di tahun 1908. Empat puluh tahun kemudian atau pada 1948 barulah Presiden Sukarno menetapkan 20 Mei sebagai hari bangkitnya nasionalisme.

Latar belakang penetapan hari yang kini dikenal sebagai Kebangkitan Nasional adalah pada awal kemerdekaan, Republik Indonesia membutuhkan pemersatu. Bung Karno menilai bahwa kelahiran Budi Utomo merupakan simbol yang tepat untuk menggambarkan bagaimana bangsa Indonesia mulai bangkit untuk melawan penjajahan. "Kebangkitan" tersebut perlu dirawat agar tetap relevan dengan kondisi bangsa, di tengah komunitas internasional.

Tujuan peringatan 111 tahun Kebangkitan Nasional Tahun 2019 adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan. Kedua, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara. Ketiga, mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa ke depan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Harus diakui, pascapemilu 2019, ada upaya memecah bela bangsa yang besar ini. Berbagai isu dan hoax disebar di media sosial dan percakapan sehari-hari. Padahal, berbeda pilihan dalam kontestasi adalah wajar. Namun, memprovokasi aksi massa agar terjadi konflik horizontal dan vertikal, sangat berbahaya bagi Indonesia sebagai bangsa.

Belajar dari keluhuran budi para pendiri bangsa, saat memperjuangkan kemerdekaan, mereka berjiwa besar. Sadar ada banyak perbedaan, namun bisa merekat karena semangat persatuan kesatuan. Berbeda bukan halangan untuk bekerja sama demi kepentingan yang lebih besar, yakni untuk kejayaan Indonesia.

Saat ini, Indonesia bukan lagi berjuang merebut kemerdekaan, melainkan bagaimana mengisinya dengan hal-hal yang berguna. Persatuan dan kesatuan tetap diperlukan. Tak mungkin bisa membangun jika antara elemen bangsa saling curiga dan gontok-gontokan.

Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional ini, mari kembali bergandengan tangan. Kalaupun masih ada persoalan, konstitusi dan UU menjamin adanya penyelesaian yang adil. Percayakan semuanya ke lembaga negara yang memang diamanatkan untuk menanganinya.

Masalah bangsa ini tak bisa diselesaikan satu orang saja. Gotong royong yang merupakan warisan berharga dari leluhur menjadi kunci utama. Bangkitlah bangsaku dan bersatulah demi kejayaan Indonesia. (**)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru