Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Kerawanan Pilkada dan Pentingnya Pendidikan Politik

Redaksi - Kamis, 05 Maret 2020 11:16 WIB
273 view
Kerawanan Pilkada dan Pentingnya Pendidikan Politik
beritasatu.co
Ilustrasi
Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Labuhanbatu masuk kategori rawan dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020. Penilaian tersebut berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dibuat Bawaslu. IKP merupakan satu di antara cara mendeteksi kecurangan yang akan terjadi di 270 daerah yang menyelenggarakan Pilkada.

Penyusunan IKP dilakukan sejak awal September 2019 lalu. Bawaslu turut melibatkan sejumlah pihak, seperti KPU, DKPP, akademisi, pegiat Pemilu hingga kepolisian. Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan bagaimana semua pihak bergandengan tangan untuk melakukan pencegahan dan antisipasi.

Berdasarkan data IKP ada 15 Kabupaten/Kota dengan kerawanan dimensi konteks sosial politik pada level 6 dengan kerawanan tinggi. Berikut 15 Kabupaten/Kota dengan skor tertinggi pada dimensi ini adalah Kabupaten Manokwari (82.19), Kabupaten Mamuju (80.44), Kota Sungai Penuh (76.90), Kabupaten Lombok Tengah (74.66), Kabupaten Pasangkayun (74.38), Kota Makassar Sulawesi Tengah (73.60), Kabupaten Minahasa Utara (73.60), dan Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara (71.46). Kemudian, Kota Tomohon (71.14), Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara (70.84), Kabupaten Kepulauan Sula (70.31), Kota Pematangsiantar Sumatera Utara (69,34), Kabupaten Agam Sumatera Barat (69,34), Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (68.81), dan Kabupaten Mamuju Tengah Sulawesi Barat (68,82).

Melihat IKP ini, semua pihak harus bersiaga untuk mencegah terjadinya berbagai kecurangan dan gangguan keamanan. Penyelenggara Pilkada dari level pusat ke daerah mesti menunjukkan dirinya netral dan bekerja profesional. Pengawasan amat sangat penting, agar prosesnya berjalan dalam koridor yang benar.

Dalam konteks Sumatera Utara, suhu politik semakin panas di Pematangsiantar, menyusul keputusan DPRD setempat untuk memakzulkan wali kota. Meski putusan dewan mayoritas, bukan berarti potensi konflik tidak ada. Sebab wali kota yang sekarang pastilah memiliki pendukung dan jika bergerak berpotensi mengganggu kekondusifan penyelenggaraan Pilkada yang sekitar enam bulan lagi.

Kota Pematangsiantar memang dikenal sangat dinamis. Ada saja masalah yang membuat masyarakat terbelah dalam berbagai kubu. Kepala daerah yang digoyang bukan kali ini saja, periode-periode lalu sudah pernah terjadi dan berhasil memakzulkannya.

Dari sisi demokrasi, apa yang terjadi di berbagai kota tentu bisa dipahami, sebagai bagian dari pendidikan politik. Namun jika energi terlalu banyak digunakan untuk dukung mendukung, tentu dalam jangka panjang bisa merugikan. Seharusnya potensi, perhatian dan tenaga harus lebih banyak dimanfaatkan membangun daerah tersebut.

Masyarakat sudah saatnya lebih cerdas menanggapi isu, opini dan berbagai fenomena politik. Jangan mau seperti kerbau dicucuk hidung begitu saja hanya karena hasutan seseorang. Dengar, cerna dan bijaklah bersikap serta bedakan mana kepentingan elite atau masyarakat luas.

Jika masyarakat cerdas, maka manuver apapun tidak akan mempan memprovokasi mereka. Sayangnya masih banyak kategori mudah terpengaruh, dan dihasut. Itu sebabnya edukasi dari pegiat demokrasi mesti lebih intensif. Berharap kepada partai untuk melakukan pendidikan politik, masih jauh panggang dari api.

Ada banyak partai masih disibukkan masalah internal. Pilkada masih diwarnai hirup pikuk seleksi bakal calon kepala daerah, dan bukan terjun mengedukasi pemilih. Itu sebabnya kerawanan demi kerawanan Pilkada masih akan terus terulang, apabila masyarakatnya belum melek politik. (**)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Pemkab Simalungun Gelar Rakor TP2DD

Pemkab Simalungun Gelar Rakor TP2DD

Simalungun(harianSIB.com)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menyelenggarakan Rapa Koordinasi (Rakor) High Level Meeting (HLM) Tim Perc

Menantu Tikam Mertua di Torgamba

Menantu Tikam Mertua di Torgamba

Torgamba(harianSIB.com)Seorang Ibu. Rumah Tangga (IRT), Nurlan Pasaribu (46) warga Dusun Asahan, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel,