Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026

Penangkal "Demam" Kurs Rupiah

Tajuk
Redaksi - Jumat, 20 Maret 2020 12:07 WIB
277 view
Penangkal "Demam" Kurs Rupiah
katadata.co.id
Ilustrasi
Virus corona tidak hanya mengincar manusia untuk diinfeksinya. Kemarin, pasar uang Indonesia mulai kena "demam". Nilai rupiah terus merosot terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Makin menguat dolar AS terhadap rupiah merupakan peringatan terhadap mulai memburuknya perekonomian. Penyebabnya belum tentu karena fundamental ekonomi goyang. Bisa jadi respons publik yang panik menjadi pemicunya.

Harus diakui, pasar global sedang memburuk. Wabah virus corona telah melumpuhkan aktivitas eknomi di berbagai belahan dunia. Setelah memukul sektor pariwisata dengan dihentikannya penerbangan ke berbagai negara, kini banyak pabrik mulai menghentikan operasionalnya.

Meski disebut tidak tutup, penyebutan bekerja dari rumah menjadi peringatan bagi kelangsungan industri. Sebab tidak semua pekerjaan bisa dilakukan dari rumah. Produksi misalnya, masih banyak memerlukan sentuhan langsung manusia.

Pasar informal yang paling terpuruk. Pedagang kecil yang biasa berjualan di sekolah, untuk sementara kehilangan pasarnya. Para pekerja yang hidup dari hari ke hari, telah menjadi "pengangguran" tak kentara.

Pelemahan rupiah bisa berlanjut lebih parah. Bank Indonesia dan pemerintah harus saling dukung mencegah krisis di pasar uang. Intervensi tentu akan ditempuh, tetapi itu merupakan tindakan sementara.

Dunia usaha mesti diyakinkan tidak panik dengan wabah virus corona. Meski impor dan ekspor banyak yang terhenti, pasar lokal masih terbuka lebar untuk digarap. Memang butuh waktu untuk melakukan manuver, tetapi mau tak mau, harus beradaptasi dengan situasi global saat ini.

Skenario untuk kemungkinan terburuk sebaiknya disiapkan. Pemerintah mesti mendorong PBB mengeluarkan kebijakan global, terkait pembayaran utang piutang luar negeri. Sebab kemungkinan orang memburu dolar untuk bayar utang luar negeri.
Jadi seluruh dunia hanya fokus energinya memerangi virus corona. Jika tak ada kebijakan global, maka keterpurukan ekonomi dunia tak terelakkan. Tak ada negara pun akan bertahan, kecuali bersatu padu menghadapinya,sambil berharap krisis ini segera berakhir.(**)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru