Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026

Terimakasih Pejuang Garda Depan

Tajuk
Redaksi - Senin, 30 Maret 2020 14:07 WIB
517 view
Terimakasih Pejuang Garda Depan
cnbcindonesia.com
Ilustrasi
Jumlah yang dinyatakan positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah dari hari ke hari. Warga diminta tinggal di rumah dan melakukan phsycal distancing. Hanya orang tertentu dengan keahlian khusus saja yang boleh berada di garis depan.

Pertama, para dokter yang merawat mereka yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP), dan yang sudah positif corona. Sebagian dari mereka tak diizinkan kembali ke rumah untuk beristirahat. Ada beberapa pertimbangan, antara lain agar tak menjadi carrier (pembawa virus) ke keluarganya.

Dokter yang bersentuhan langsung dengan pasien. Pekerjaan yang penuh risiko, sebab virus yang dihadapi belum ada obatnya dan taruhannya adalah nyawa. Mereka tak bisa rileks, sebab harus menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sebenarnya kurang nyaman.

Foto-foto yang beredar menunjukkan cara para dokter beristirahat. Kadang mereka tak melepas APD untuk rehat sejenak. Tak sedikit dari mereka berubah dari dokter menjadi pasien, bahkan dari antara mereka beberapa meninggal dunia akibat virus ini.

Kedua, para perawat yang setia mendampingi dokter. Mereka mendengar dan menjalankan instruksi dokter dalam merawat pasien Corona. Sama dengan dokter, mereka juga terpaksa menginap di rumah sakit, dan kalaupun pulang ke rumah, mesti menjalani prosedur yang rumit.

Ketiga, para pegawai rumah sakit, mulai dari tenaga administrasi hingga sopir ambulans. Mungkin ada menganggap tugas mereka mudah, sebab tidak secara langsung bersentuhan dengan pasien. Risikonya sebenarnya sama, sebab tugasnya mengharuskan berada di sekitar pasien.

Kebijakan pemerintah memberikan tambahan insentif sudah tepat. Mereka wajar yang bekerja lebih mendapat apresiasi. Paramedis dan tenaga pendukungnya merupakan perjuang garda depan dalam melawan Corona.

Bukan hanya insentif yang mereka perlukan, sebenarnya jaminan APD saat bertugas. Beberapa rumah sakit terutama di daerah mengeluhkannya. Ada yang mencoba kreatif dengan menggunakan jas hutan, namun sebaiknya tidak dilakukan, karena risikonya tinggi.

Perjuangan masih berlanjut, dan tidak tahu kapan akan berakhir. Kami mengucapkan terima kasih kepada para pejuang garda depan. Tuhan kiranya menolong dan melindungi kalian dalam menjalankan tugas. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru