Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026
FOKUS

Momentum Passion

Redaksi - Minggu, 05 April 2020 10:14 WIB
2.114 view
Momentum Passion
HIDUPKATOLIK.com
Ilustrasi
Bagi umat Kristen, minggu ini merupakan peringatan minggu passion yaitu hari-hari terakhir kehidupan Yesus Kristus memasuki masa kesengsaraannya menjelang disalibkan. Umat Kristen akan mengenang masa-masa sengsara Kristus, sekaligus juga menjadi momentum meneladani pengorbanan Kristus untuk menebus manusia berdosa dan memulihkan kembali hubungan manusia dengan penciptanya.

Masa minggu passion ini pula bersamaan dengan masa pandemik virus corona yang sangat mengkhawatirkan. Banyak hal yang patut menjadi bahan perenungan bagi kita pada masa-masa sulit ini, yang tidak saja dialami Indonesia, tetapi juga dialami hampir seluruh negara di dunia. Apa yang bisa kita ambil hikmah dari merebaknya wabah ini dengan minggu Passion?

Secara umum, semua tentu merasa khawatir akan kejadian yang tidak diduga ini. Ini tentu menggugah kita agar jangan hanya khawatir memikirkan diri dan keluarga kita tetapi harus keluar dari kekhawatiran itu. Kita harus menyadari kembali kodrat kita bahwa semua yang bernyawa cepat atau lambat pasti mati. Oleh sebab itu kekhawatiran itu jangan sampai berlebihan sehingga tidak mampu berbuat yang lain.

Wabah Covid-19 ini bukan hukuman Tuhan, tetapi bagian dari ujian iman. Semua yang kita miliki, baik harta, kepandaian, kecantikan dan kekuasaan sama sekali tidak berarti menghadapi Covid-19. Oleh sebab itu mumpung masih ada waktu maka iman kita diuji dan saat-saat ujian ini apa yang harus kita lakukan, apa kita tinggal diam saja?

Passion ini bagi kita juga adalah juga masa-masa mengenang orangtua atau keluarga dan kerabat yang telah mendahului kita dengan melakukan ziarah ke kampung halaman. Memaknai apa yang terjadi saat ini maka keinginan ziarah itu tampaknya harus kita tunda dulu sehingga mobilisasi penduduk semakin rendah. Itu juga merupakan passion kita.

Kita sudah dianjurkan untuk tetap tinggal di rumah untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 ini. Namun bukan berarti kita tinggal diam atas apa yang terjadi di sekeliling kita. Diperlukan aksi kepedulian bagi sesama. Bagi yang mampu bantulah yang kurang mampu. Kemudian bagian orang yang tidak mampu jangan sampai ikut-ikutan pula yang mampu menerimanya. Itu juga bagian dari passion kita, yaitu tingkatkan solidaritas.

Pengorbanan Yesus Kristus jangan sampai sia-sia. Sebagai manusia, Yesus rela mengorbankan dirinya untuk manusia berdosa. Masa-masa sekarang, mampukah kita berkorban buat saudara kita yang sangat merasakan dampak dari wabah yang belum tahu kapan akan berakhir ini?. Di sinilah diuji iman kita.

Kita tahu bahwa masa-masa ini adalah masa sulit, bukan hanya bagi pemerintah tetapi juga bagi masyarakat. Oleh sebab itu marilah bersama pemerintah bahu membahu mengatasi masalah ini, jangan ikut-ikutan menyebarkan hoax yang bisa memicu gejolak sosial. Ikutilah saran pemerintah tetaplah tinggal di rumah. Kalaupun harus keluar, maka pakailah masker dan jaga jarak (physical distancing).

Semua pasti akan berakhir, termasuk wabah Covid-19 ini, tapi janji Tuhan tidak akan berakhir. Lakukanlah, keluarlah dari zona nyaman. Selamat Passion. (*)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru