Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026
Tajuk Rencana

Tren Menurun yang Tetap Diwaspadai

Redaksi - Selasa, 12 Mei 2020 11:23 WIB
379 view
Tren Menurun yang Tetap Diwaspadai
galamedianews.com
Ilustrasi
Dikabarkan saat ini kasus penularan Covid-19 di Indonesia menunjukkan tren menurun. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebutkan, ada kecenderungan angka kasus mengalami penurunan, sehingga patut disyukuri.

Selain itu disebutkan, tingkat kesembuhan juga mengalami kenaikan. Berdasarkan peta kasus Covid-19 per 11 Mei dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, total ada 14.265 kasus positif, 2.881 orang sembuh dan 991 orang meninggal dunia. Dengan perkembangan tersebut, prediksi berbagai kalangan mengenai kurva Covid-19 di Indonesia akan meningkat secara eksponensial tidak terbukti.

Bahkan Dosen Biostatistik dan Kependudukan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Hari Basuki Notobroto memprediksi kasus Covid-19 di Indonesia akan mencapai puncaknya pada pertengahan Mei 2020 ini. Hari yang meneliti dengan model probabilistik menyebut, pada pertengahan Mei memasuki puncak transmisi dan kemudian turun. Diperkirakan akhir Juli atau awal Agustus mereda.

Berita ini tentu membuat berbagai kalangan mulai lega, seperti pelajar dan mahasiswa yang sudah lebih dua bulan cuma bisa beraktifitas di rumah saja. Sementara para pedagang dan pekerja sektor yang kehilangan mata pencaharian juga mulai tersenyum. Semua berharap akan muncul lagi kondisi yang lebih baik.

Sayangnya, kondisi ini belum bisa dicerna dengan baik oleh sebagian masyarakat. Di beberapa daerah, termasuk Sumatera Utara, banyak yang mulai menyepelekan protokol kesehatan. Perhatikan saja, suasana jalanan di Kota Medan mulai ramai seperti sebelum merebaknya kasus Covid. Penggunaan masker dianggap hanya sebagai peraturan pemerintah, sehingga sering terjadi "kucing-kucingan" antara aparat dan warga. Mereka belum sadar sepenuhnya bagaimana menjaga diri dan memutus mata rantai virus berbahaya ini.

Belum lagi banyaknya upaya warga melanggar aturan pelarangan mudik. Mereka beranggapan kalau virus ini tak bakal mengenai diri dan keluarganya. Lihat saja data Polda Sumut yang dalam operasinya sudah memutarbalikkan ratusan kendaraan roda empat agar kembali ke rumah. Petugas tentu tidak bisa mendata berapa kendaraan yang lolos, termasuk menggunakan kendaraan roda dua atau dengan cara lainnya.

Padahal bila masyarakat tidak mau mematuhi protokol kesehatan, Covid-19 akan dengan leluasa menyerang tubuh-tubuh manusia lainnya. Akibatnya, jumlah korban berjatuhan akan bisa lebih banyak lagi dan situasi akan lebih buruk lagi dari saat ini.

Tentu kita tidak mau prediksi Muhadjir Effendy atau Hari Basuki Notobroto meleset, dan ancaman buruk itu datang lagi menghantui bangsa ini. Kondisi saat ini saja sudah membuat kita semua pusing tujuh keliling, apalagi bila datang gelombang kedua.
Kesadaran semua masyarakat sangat dibutuhkan. Tidak ada alasan untuk tidak paham dari pengalaman yang sudah dirasakan. Sehingga lebih baik menganggap diri bodoh daripada sok pintar tetapi melanggar aturan.

Dibandingkan dengan beberapa negara lain, Indonesia termasuk beruntung karena jumlah korban meninggal akibat Covid-19 tidak sebanyak Italia atau Amerika Serikat. Seharusnya kita bisa bersyukur dengan cara menggalang persatuan bersama pemerintah melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan dampaknya.

Dikutip dari Independent, Kamis (7/5), sebanyak 7 negara yakni Italia, Spanyol, Inggris, Amerika Serikat, Perancis, Korea Selatan dan Swedia sudah berhasil melalui puncak pandemi. Berarti 7 negara itu sudah mulai memasuki masa pemulihan.

Sebagai bangsa yang bijak, kita tentu tidak mau kalah dari 7 negara itu dan bisa mengambil banyak pelajaran dari pengalaman mereka menghadapi Covid-19. Sama seperti Presiden Jokowi yang tidak mau melakukan lockdown karena belajar dari Italia dan India, sebagai warga yang baik seharusnya kita juga mau belajar dan menuruti aturan pemerintah tentang protokol kesehatan. (***)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru