Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026
TAJUK RENCANA

Cinta dan Bangga Produk Sendiri

Redaksi - Kamis, 13 Agustus 2020 10:43 WIB
796 view
Cinta dan Bangga Produk Sendiri
pemeriksaanpajak.com
Ilustrasi
Resesi merupakan kondisi perekonomian yang mengalami penurunan secara signifikan selama dua kuartal berturut-turut yang tampak pada nilai PDB (Produk Domestik Bruto) yang negatif. Suatu kondisi ekonomi dikatakan resesi ketika bisnis berhenti berkembang, PDB menurun dalam dua kuartal secara berturut-turut, tingkat pengangguran naik, dan nilai atau harga properti menurun drastis.

PDB menjadi ukuran kondisi ekonomi karena merepresentasikan aktivitas perekonomian yang terjadi di suatu wilayah negara. Semakin berkembang aktivitas perekonomian suatu negara yang ditunjukkan dengan tingginya kegiatan ekspor, proses produksi barang dan jasa, dan rendahnya tingkat pengangguran, maka laju pertumbuhan ekonomi di negara tersebut akan meningkat. Demikian pula sebaliknya.

Ketika PDB mengalami penurunan, tetapi masih positif, artinya kondisi ekonomi tersebut tidak mencerminkan resesi, tetapi tingkat pertumbuhan yang lebih lambat dari kuartal sebelumnya. Namun, apabila PDB riil menurun dan nilainya negatif selama dua kuartal berturut-turut, maka bisa dikatakan perekonomian di ambang resesi.

Bagaimana kondisi ekonomi Indonesia setelah 6 bulan dirundung bencana pandemi Covid-19? Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J Rachbini menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II yang tertekan hingga minus 5,32 persen.

Dengan penanganan dampak pandemi Covid-19 yang dianggapnya masih buruk, pertumbuhan ekonomi di kuartal III diperkirakan bakal berkontraksi jauh lebih dalam lagi. "Saya yakin kuartal ketiga masuk resesi dengan pandemi seperti ini, itu negatifnya akan tumbuh lebih tinggi. Kuartal IV masuk lebih jauh lagi apabila penanganan seperti ini," kata Didik dalam konferensi virtual, Kamis (6/8).

Apa yang disampaikan Didik pun mempunyai alasan. Pasalnya, menurutnya, realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 jauh dari ekspektasi yang sudah diperkirakan. "Indef tidak menduga sampai di - 5,32 persen, ini di luar dugaan," ucapnya.

Menurutnya, kecepatan pemerintah menangani pandemi menjadi kunci utama bakal membaiknya perekonomian. Sementara yang terjadi sekarang justru adalah sebaliknya, di mana kasus Covid-19 semakin melonjak.

Lalu Mendag Agus Suparmanto meminta masyarakat membeli produk dalam negeri ketimbang impor. Hal itu sebagai upaya untuk mendorong konsumsi masyarakat agar ekonomi Indonesia kembali tumbuh dan terhindar dari jurang resesi.

"Ya justru itu kita ini kan menggerakkan perekonomian kita dengan salah satunya bangga buatan Indonesia," kata dia, Minggu (9/8).

Apalagi, menurutnya, penduduk Indonesia ada 267 juta orang. Konsumsi mereka harus didorong untuk barang-barang lokal.

Namun memang kendalanya adalah produk lokal tidak begitu dikenal masyarakat. Oleh karenanya penetrasi ke perangkat perdagangan online (e-commerce) perlu terus ditingkatkan.

"Dengan adanya (e-commerce) ini mereka (masyarakat) bisa melihat produk-produk mana yang biasanya dibeli dari luar negeri dan ternyata bisa dibeli dengan produk dalam negeri," jelasnya.

Sandiaga Uno juga berpendapat bahwa konsumsi masyarakat terhadap produk dalam negeri perlu ditingkatkan untuk membuat ekonomi Indonesia kembali tumbuh setelah minus 5,32% pada kuartal II-2020.

"Ini butuh kolaborasi antara pemerintah dan pihak-pihak di luar pemerintahan seperti dunia usaha, masyarakat untuk sama-sama bergandengan tangan. Sisi konsumsi tadi bisa didorong agar masyarakat mengkonsumsi produk-produk lokal.

Setelah memperoleh gambaran tersebut, kita berharap pemerintah lebih serius memperhatikan penanggulangan dan pencegahan Covid-19, sehingga pandemi segera berakhir. Bagi kita masyarakat, setelah mengetahui apa resesi dan beberapa cara mengantisipasi, sebaiknya menyadari betapa pentingnya kemandirian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Mulai sekarang cintai dan bangga dengan produksi dalam negeri. Lebih baik melakukan perdagangan antar-provinsi untuk memperkuat ekonomi sekaligus memperkokoh persatuan bangsa. Jadikan pandemi Covid sebagai sarana pembelajaran wawasan dan memahami makna cinta tanah air. (***)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru