Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Properti dan Otomotif Gairahkan Industri Kaca di Indonesia, ESA Glass Terbaik di Sumatera

Oki Lenore - Rabu, 03 Desember 2025 13:02 WIB
9.165 view
Properti dan Otomotif Gairahkan Industri Kaca di Indonesia, ESA Glass Terbaik di Sumatera
Foto IG
Kaca Tempered: Kaca tempered yang kuat dan tak tertembus meski dipukul sekerasnya. Billy Evans dan calon arsitek dari Universitas Quality Jonathan Sitepu memukul kaca tempered dengan martil tapi tak juga tertembus.

Jakarta(harianSIB.com)

Pelaku usaha di industri kaca di Indonesia berhadapan dengan sejumlah kendala. Mulai dari pasokan pendukung industri seperti gas hingga produk luar. Meski demikian, industri kaca di Tanah Air tetap bergairah dengan sasaran sektor properti dan otomotif.

Direktur Marketing Esa Sentosa Abadi Indonesia (ESA Glass), Dewi Gandhi, mengatakan, gedung-gedung megah di Sumatera menggunakan kaca ESA Glass karena produknya masih tetap nomor satu di sejumlah wilayah di Indonesia khususnya di Sumatera.

Di Jakarta, Ketua Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia (APGI) Henry T Susanto memprediksi tingkat utilisasi terkait kaca. Ia menyoroti sejumlah faktor yang berpotensi menekan utilisasi. Pertama, ketidakpastian gas. Industri kaca masih menjadi bagian dari tujuh sektor yang menjadi sasaran Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang harus tersedia tepat waktu dan terbaik.

Ketua Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan mengatakan, tekanan ekonomi dan pelemahan daya beli berdampak pada sejumlah sektor, termasuk properti dan otomotif, yang menjadi pasar utama bagi industri kaca lembaran.

Dari faktor global, muncul secercah harapan dari melunaknya perang tarif antar Amerika Serikat dan China. Namun, pelaku industri tetap mesti berhati-hati karena kebijakan proteksionisme global bisa mengganjal peluang untuk memperluas pasar ekspor.

Di Berastagi, Dewi Gandhi menjelaskan peran industri kaca khususnya yang diproduksi ESA Glass dalam properti. "Para calon arsitek tentu tahu, kaca jadi bahan tak terpisahkan dari properti," tegasnya dalam general study bertema Future Trending Glass.

Dewi Gandhi berada di kota sejuk itu dalam tour Sumatera. Sebelumnya, di Aula Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Bandaaceh pada Rabu, 1 Oktober 2025, ia mengupas tentang tren dunia soal kaca dan properti serta otomotif.

Di Berastagi, ia menindaklanjuti penandatanganan nota kesepahaman (MoU), perjanjian kerja sama (MoA), dan implementasi kerja sama (IA) dengan sejumlah pihak termasuk Quality Berastagi.

"Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap para cedikiawan muda paham mengenai produk-produk kaca. Karna semakin berkembangnya teknologi dan live style, penggunaan kaca berbeda dan disesuaikan dengan kondisi. Misalnya kaca tempered, kaca laminated, serta kapan masing-masing jenis kaca digunakan. Hal ini karena di kampus mereka banyak berfokus pada teori, sementara perkembangan industri berlangsung sangat cepat," tegas generasi kedua pendiri dan pengembang ESA Glass tersebut.

"Kualitas kaca produk Indonesia, setara dengan di luar negeri. ESA Glass terus berinovasi agar kreativitasnya sejajar dengan peroduk luar," tambahnya. "Sekarang ESA Glass fokus pada energy saving (penghematan energi) dengan penggunaan kaca."

Ia memastikan, pihaknya memproduksi kaca secara komprehensif untuk memenuhi kebutuhan beragam sektor, termasuk konstruksi, otomotif, elektronik, dan furnitur. "ESA hingga kini terkenal dengan pengelolaan yang efisien dan kebijakan lingkungan yang bertanggung jawab. Pabrik ini berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dengan mengimplementasikan praktik-produksi ramah lingkungan dan memprioritaskan bahan baku yang terbarukan. Yang utama, menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya. "Selain untuk kebutuhan dalam negeri, produk ESA juga diekspor. Pengakuan global sebagai produsen kaca yang handal dan inovatif otomatis membawa citra positif bagi Indonesia dalam komunitas internasional. Kontribusinya dalam ekspor juga berdampak positif pada neraca perdagangan Indonesia dan pendapatan devisa negara," sebutnya.

Ia menelisik beberapa produk ESA yang unggul dan terus diakui secara internasional. Mulai dari cermin. "Cermin dimaksudkan tak hanyu untuk urusan hias tapi dekorasi interior, furnitur, dan industri konstruksi. Cermin mereka menawarkan refleksi yang jernih dan tahan lama, dengan berbagai pilihan ukuran, bentuk, dan tingkat ketebalan yang dapat di sesuaikan sesuai kebutuhan," ujarnya.

Ada juga kaca tempered yang diproses melalui proses pemanasan dan pendinginan cepat untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanannya terhadap benturan dan tekanan. "Kaca Tempered ini digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pintu dan jendela, dinding partisi, dan perlengkapan kaca lainnya yang memerlukan tingkat keamanan yang tinggi," sebutnya sambil meambahkan jenis lain adalah kaca laminated. "Kaca jenis ini terdiri dari dua atau lebih lembar kaca yang diikat bersama menggunakan lapisan interlayer yang tahan pecah. Tren kaca laminated banyak digunakan dalam aplikasi keamanan, seperti jendela dan pintu kaca, tangga kaca, dan fasad bangunan," urainya.

Yang istimewa dari ESA adalah kaca insulated glass unit (IGU) yakni kaca yang terdiri dari dua atau lebih lembar kaca yang dipisahkan oleh ruang udara atau gas isolasi. "Ada juga kaca warna untukdesain interior dan eksterior, seperti partisi, meja, lemari, dan elemen dekoratif lainnya. Kaca warna memberikan sentuhan artistik dan estetika yang unik pada ruangan atau bangunan," tambhanya sambil menjelaskan soal kaca oneway yang memungkinkan pandangan satu arah. "Kaca tekstur juga diproduksi ESA Glass yang memberikan sentuhan estetika, privasi, dan efek pencahayaan yang menarik. Termasuk memproduksi kaca T-Sunlux dan kaca sunergy yang dirancang khusus untuk mengurangi panas matahari yang masuk ke dalam bangunan." (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru