Ibadah Penghiburan Keluarga Besar DR GM Panggabean

Tuhan Menggantikan Duka Menjadi Suka dan Memberi Kekuatan Menghadapi Duka


446 view
Tuhan Menggantikan Duka Menjadi Suka dan Memberi Kekuatan Menghadapi Duka
(Foto SIB/ Horas Pasaribu)
KHOTBAH: Pdt Satriana Br Pasaribu membawakan khotbah pada ibadah penghiburan atas meninggalnya Ny Almarhum DR GM Panggabean Ramlah Br Hutagalung, Minggu (4/2) di Jalan Iskandar Muda No. 9 Medan. 
Medan (SIB)
Gereja GKPI Siriwijaya Medan Kota Resort Medan Barat mengadakan ibadah penghiburan bagi keluarga besar almarhum DR GM Panggabean atas meninggalnya Ny DR GM Panggabean Ramlah Br Hutagalung, Pemimpin Umum Harian SIB, Minggu (4/2) di rumah duka Jalan Iskandar Muda No. 9 Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru.
Hadir pada ibadah tersebut, seluruh putra-putri almarhumah dari yang sulung sampai bungsu yakni GM Intan Panggabean/ James Maja Hutapea, Netty Vera Panggabean, Tuty Rotua Panggabean, Ir GM Chandra Panggabean/ br Marpaung, GM Immanuel Panggabean BBA/Br Hutagalung, Ny Almarhum GM Marulam Panggabean Br Lumbantobing, GM Windu Panggabean/Br Nainggolan dan GM Junior Panggabean. Hadir juga para cucu di antaranya cucu panggoaran Raja Patuan Panggabean.
Hadir juga hula-hula dari marga Hutagalung, dari perkumpulan Pomparan Si Raja Panggabean Kota Medan, hula-hula naposo Marpaung, Hutagalung, Nainggolan beserta ratusan pelayat dari kerabat dan handaitaulan. Hadir juga keluarga besar Harian SIB, di antaranya Wakil I Pemred Ir Parluhutan Simarmata, Wakil III Pemred Anton Panggabean SE Msi, Kepala tata Usaha Hotlin Manik, Sekretaris Biro Medan Wilayah I Risdarna Purba, rektor dan para dosen Universitas Sisingamanagaraja XII Tapanuli (UNITA). Khotbah disampaikan Pdt Satriana br Pasaribu.
Pdt Satriana br Pasaribu dalam khotbahnya mengatakan, Tuhan Allah yang disembah adalah Tuhan yang kekal. Ada kelompok orang ketika mengalami masalah mereka menganggap itu adalah pelajaran berharga di dalam kehidupan. Serta akan membuat iman dan persekutuan kepada Allah semakin kuat.
“Tapi ada juga kelompok lain menunjukkan sikap menghukum Tuhan, mereka menganggap segala penderitaan dan masa-masa sulit adalah andil Allah. Sehingga kelompok ini cenderung menghujat Tuhan dan mengatakan, Tuhan itu tidak adil dan bijaksana,” ungkapnya.
Hal ini kata Pdt Satriana, pernah terjadi pada bangsa Israel ketika sedang dalam pembuangan dan jadi budak bangsa lain. Sehingga mereka mengatakan, Allah orang Israel itu adalah Allah yang tidak memperhatikan. Ketika tuduhan-tuduhan itu disampaikan bangsa Israel dalam masa-masa sulit mereka, Allah sebenarnya mengingatkan bangsa itu bahwa selama ini bangsa Israel sudah banyak mengalami pertolongan dari Tuhan.
“Secara turun menurun bangsa itu sudah mendengar pekerjaan Tuhan atas mereka dan bersama-sama dengan mereka. Tuhan kita adalah kekal, di dalam kekekalanNya itu Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ketika Allah memilih Abraham, Israel menunjukkan Tuhan tidak meninggalkan ciptaanNya. Apabila ada masalah sulit, kita diingatkan Allah kita tidak pernah meninggalkan kita umatNya,” ungkapnya.
Orang-orang yang menghadapi masa sulit akan mampu memikul keadaannya apabila menantikan Allah. Karena dia akan mendapat kekuatan baru seperti kekuatan burung rajawali yang bisa terbang setinggi-tingginya bahkan dalam keadaan tersulit sekalipun. Meski tidak mudah menemukan maksud Tuhan di dalam penderitaan, tapi sesungguhnya Tuhan ikut menangis di dalam penderitaan umatNya. “Maka nantikanlah Tuhan agar kita memperoleh kekuatan baru, karena dia akan berkarya menggantikan duka menjadi suka, bahkan memberikan kekuatan dalam menghadapi keadaan duka itu,” tuturnya. (**)
Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com