Harga TBS Anjlok, Petani Sawit di Labusel Menjerit


488 view
Harga TBS Anjlok, Petani Sawit di Labusel Menjerit
ANTARA FOTO - Wahdi Septiawan
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, di Petajen, Batanghari, Jambi, Jumat (11/12/2020). Ilustrasi

Kotapinang (harianSIB.com)

Sejumlah petani kelapa sawit di Kabupaten Labusel menjerit. Pasalnya, harga jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dalam beberapa hari terakhir terjun bebas. Padahal saat ini masyarakat sedang persiapan menghadapi Lebaran Idul Fitri.


Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, Senin (25/4/2022), harga TBS kelapa sawit di tingkat petani berkisar Rp1.800 hingga Rp1.900 per kilogram (Kg). Padahal, sepekan sebelumnya harga TBS kelapa sawit masih berkisar Rp 2.800 hingga Rp 2.900 per Kilogram.


"Kekmanalah ini, sudah menjelang Lebaran malah harga TBS kelapa sawit anjlok. Turunnya mencapai Rp.1.000 per Kg.


Sementara harga kebutuhan pokok di pasaran saat ini sudah pada naik," kata petani kelapa sawit warga Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang Iksan (42).


Hal serupa juga dikeluhakn Syafrizal (39). Dia pun mengaku tidak tahu apa penyebab anjloknya harga TBS kelapa sawit tersebut.


"Nggak tahu apakah harga TBS kelapa sawit akan naik lagi atau tidak," katanya.


Humas PMKS PT Nubika Jaya, Damris Simatupang yang dikonfirmasi, Selasa (26/4/2022) membenarkan terus menurunnya harga TBS kelapa sawit. Saat ini kata dia, harga beli TBS di perusahaan tempatnya bekerja hanya Rp.2.090 per Kg.


"Harga turun terus. Dari Rp.3.110 menjadi Rp.2.300 dan sekarang sudah Rp.2.090. Rendahnya harga TBS kelapa sawit disebabkan adanya kebijakan pelarangan ekspor CPO," katanya. (*)

Penulis
: Rudi Afandi Simbolon
Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com