Sabtu, 22 Juni 2024 WIB

Percepat Respon Bencana, Gubernur Sumut Tetapkan 8 Zonasi Wilayah Penanggulangan

Redaksi - Kamis, 15 September 2022 17:43 WIB
226 view
Percepat Respon Bencana, Gubernur Sumut Tetapkan 8 Zonasi Wilayah Penanggulangan
(Foto: harianSIB.com/Leo Bukit)
KUNJUNGI TENDA : Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Kepala BPBD Sumut Abdul Haris Lubis, Sekretaris BPBD Sumut dr Aris Yudhariansyah MM dan lainnya mengunjungi salah satu tenda pada Jambore Penanggulangan Bencana Provinsi Sumut, di Taman J
Deliserdang (SIB)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi terus berusaha meningkatkan upaya penanggulangan bencana di daerah ini.

Antara lain menetapkan delapan zona wilayah penanggulangan bencana, dengan tujuan mempercepat respon terhadap bencana yang terjadi di Sumut.

Zonasi wilayah tersebut yaitu, zona 1 berpusat di Kota Medan, zona 2 di Serdangbedagai, zona 3 Kabupaten Labuhanbatu, zona 4 Padanglawas Utara (Paluta), zona 5 Mandailingnatal (Madina), zona 6 Tapanuli Utara (Taput), zona 7 Dairi dan zona 8 Gunungsitoli.

Setiap zona memiliki tim terpadu yang terdiri dari unsur pemerintah, TNI/Polri, lembaga/instansi teknis dan relawan.

"Zonasi ini bertujuan untuk percepatan pertolongan korban bencana pada masa penyelamatan atau golden time," kata Edy Rahmayadi sebagai pembina upacara pembukaan Jambore Penanggulangan Bencana Sumut 2022 di Taman Jubelium Sibolangit, seperti dilansir dari harianSIB.com, Rabu (14/9).

Edy Rahmayadi juga meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut dan kabupaten/kota meningkatkan frekwensi latihan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan anggotanya.

Apalagi menurutnya ada perubahan paradigma dalam penanganan bencana dari parsial dan bertahap menjadi terintegerasi.

"Sekarang menggunakan konsep terintegerasi yaitu penanganan pra bencana, tanggap darurat serta pascabencana secara terpadu dan komprehensif dan ada kalanya ini dilakukan bersamaan," ujarnya.[br]





Sumut sendiri memiliki 13 kabupaten/kota yang berisiko tinggi (rawan) bencana yakni Gunungsitoli, Mandailingnatal, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Asahan, Sibolga, Labuhanbatu Utara, Padanglawas dan Labuhanbatu.

Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan mengingatkan BPBD untuk bersiap terutama jelang musim penghujan.

"Seperti daerah lain, Sumut punya beberapa daerah rawan bencana banjir, banjir bandang dan longsor saat musim penghujan tiba. Upaya kita untuk saat ini adalah mitigasi, termasuk peringatan dini, edukasi dan sosialisasi karena kita hidup berdampingan dengan bencana alam," ungkapnya.

Kepala BPBD Sumut Abdul Haris Lubis menyampaikan Jambore Penanggulangan Bencana Sumut 2022 akan berlangsung selama 3 hari, 13-15 September 2022.

Sekitar 1.000 peserta dari BPBD kabupaten/kota termasuk Pramuka, PMI, SAR, relawan, dan mahasiswa akan mengikuti berbagai kegiatan pelatihan penanggulang bencana, koordinasi dan konsolidasi.

"Kita ingin kegiatan ini menambah kemampuan dan wawasan semua peserta sehingga seperti kata Pak Gubernur semua sudah tahu harus berbuat apa ketika terjadi bencana dan apa yang harus dilakukan sebelum bencana," kata Haris didampingi Sekretaris BPBD Sumut dr Aris Yudhariansyah MM.

Hadir pada Penanggulangan Bencana Sumut 2022 tersebut Wakil Bupati Deliserdang Ali Yusuf Siregar, Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang dan unsur Forkopimda Sumut.

Hadir juga Kepala BPBD se kabupaten/kota, OPD Pemprov Sumut terkait, dan OPD kabupaten/kota. (SS6/f)





Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pj Gubernur Sumut Saksikan Penyembelihan Kurbannya Sapi Limosin 1 Ton
Yosafati Waruwu Minta Pemprov Sumut Tuntaskan Polemik Rumah Adat Ono Niha di TMII
Jokowi Perintahkan PON 2024 Tepat Waktu!
Rapat di Istana Negara, Pj Gubernur Sumut Laporkan Persiapan PON Tidak Ada Kendala Serius
PAN Beri Surat Tugas pada Bobby Nasution Untuk Pilgubsu 2024
Edy Sebut Siap Lawan Mantu Malaikat, Ini Respon Bobby Nasution
komentar
beritaTerbaru