Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 25 Agustus 2026

Jelang Pemilu 2024, GAMKI Dukung Polri Lakukan Program Penguatan Nilai Pancasila

Redaksi - Senin, 11 Juli 2022 17:44 WIB
636 view
Jelang Pemilu 2024, GAMKI Dukung Polri Lakukan Program Penguatan Nilai Pancasila
Foto: Dok/GAMKI
AUDIENSI: DPP GAMKI beraudiensi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (8/7/2022). 
Jakarta (harianSIB.com)

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) sepakat dengan pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang menegaskan tidak ada lagi polarisasi di masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

“Polarisasi dalam pemilu yang terjadi pada 2019 masih terus terasa hingga saat ini,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI Willem Wandik, di Jakarta, Jumat (8/7/2022), dalam keterangan persnya.

Padahal, lanjut Willem, di tingkatan elite politik, komunikasi antar elite cair dan dinamis. Namun, di kalangan masyarakat menengah ke bawah, terbentuk sekat-sekat dan perpecahan yang masih belum hilang sampai sekarang.

"Menurut kami, salah satu yang menjadi biang atas polarisasi ini adalah adanya politik identitas dan politisasi SARA, serta maraknya ujaran kebencian dan hoaks," tegas Anggota DPR RI daerah pemilihan Papua ini.

Oleh sebab itu, ujar Wandik, GAMKI mendukung pemerintah khususnya institusi kepolisian untuk dapat berperan aktif melakukan mitigasi, dengan membuat program-program yang inklusif dan melibatkan partisipasi masyarakat lintas agama.

"Kami mengapresiasi Kapolri dan jajarannya melakukan doa bersama, penampilan budaya dan kuliner nusantara, serta mengajak berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan untuk memperingati Hari Bhayangkara bersama-sama," katanya.[br]

Hal senada dikatakan Sekretaris Umum DPP GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat. Ia berpandangan institusi Kepolisian perlu melakukan langkah tegas dan tidak permisif kepada oknum dan kelompok intoleran yang ingin mengganggu dan memecah-belah masyarakat.

"Terbukti, kepolisian menindak tegas oknum dan ormas radikal yang mengganggu ketertiban masyarakat," katanya.

GAMKI melihat masih ada oknum aparat kepolisian yang membiarkan tindakan intoleransi terjadi di wilayah kerjanya. Bahkan menurut hasil penelitian, terdapat oknum-oknum aparat yang terpapar dengan paham radikal.

"Maka kami mendukung penuh Kapolri dan jajaran untuk kembali menguatkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, baik di dalam internal kepolisian maupun di wilayah eksternal," kata dia.

"Selamat Hari Bhayangkara ke-76. Semoga institusi Kepolisian semakin humanis, inklusif, dan mengayomi masyarakat Indonesia demi terwujudnya Polri Presisi untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh," kata Sahat. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru