Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 20 April 2026

Regal Springs Indonesia Berpartisipasi di Asian-Pacific Aquaculture 2024

Eva Rina Pelawi - Rabu, 10 Juli 2024 21:03 WIB
234 view
Regal Springs Indonesia Berpartisipasi di Asian-Pacific Aquaculture 2024
(Foto Dok/Regal Springs Indonesia)
KUNJUNGI : Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono saat mengunjungi stan Regal Springs Indonesia pada acara Asian-Pacific Aquaculture 2024 (APA24) di Surabaya, baru-baru ini.
Surabaya (harianSIB.com)
Regal Springs Indonesia menyadari bahwa Asian-Pacific Aquaculture 2024 (APA24) merupakan momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan investasi di sektor perikanan. Untuk mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, terutama dari hasil budi daya perikanan, Regal Springs Indonesia ikut berpartisipasi dalam kegiatan APA24 di Surabaya pada 3-5 Juli 2024.

Sebagai salah satu produsen ikan tilapia terbesar di dunia, Regal Springs Indonesia (RSI) memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan komitmennya dalam menerapkan praktik akuakultur berkelanjutan dan inovatif.

Di acara tersebut, RSI memamerkan produk unggulannya, termasuk portofolio produk sampingannya yang luas, serta inovasi-inovasi dalam budidaya ikan tilapia yang ramah lingkungan di salah satu stand APA24.

President Director Regal Springs Indonesia Rudolf Hoeffelman dalam siaran Pers yang diterima SIB News Network (SNN), Rabu (10/7/2024) mengatakan, pihaknya sangat antusias untuk berpartisipasi di Asian Pacific Aquaculture 2024.

"Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam bidang akuakultur berkelanjutan serta untuk belajar dari para pemimpin industri lainnya," ujarnya.

"Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan mendukung pertumbuhan industri akuakultur yang berkelanjutan di Asia Pasifik," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin pada peresmian kegiatan itu menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya APA 2024 di Indonesia. APA 2024, bebernya, dapat menjadi ajang pertemuan investor, peneliti, akademisi dan pelaku usaha di bidang budidaya perikanan. Baik itu dari dalam maupun luar negeri.

"Melalui pertemuan ini, dapat menjadi wujud nyata sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dengan para pelaku usaha serta akademisi yang menghasilkan terobosan untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan sektor aquakultur di Indonesia. Sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen utama perikanan di dunia," ungkapnya.

Adapun upaya perusahaan untuk mendukung terwujudnya akuakultur yang berkelanjutan antara lain, komitmen kuat terhadap Gerakan Pangan Biru, strategi ambisius produk sampingan untuk mendorong ekonomi sirkular dengan memanfaatkan seluruh bagian ikan. Kemudian, upaya terus-menerus untuk memaksimalkan dampak positif pada masyarakat melalui program sosial dan komunitasnya seperti "Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan" (Gemarikan), kolaborasi aktif dan inovatif dengan universitas dan lembaga pendidikan, inisiatif ekowisata dan lingkungan serta sosial. (*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru