Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

KNKT: ATR 42-500 Keluar Jalur Saat Landing, Akhirnya Tabrak Gunung Bulusaraung

Redaksi - Jumat, 23 Januari 2026 10:26 WIB
382 view
KNKT: ATR 42-500 Keluar Jalur Saat Landing, Akhirnya Tabrak Gunung Bulusaraung
(harianSIB.com/Dok)
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.

Jakarta(harianSIB.com)

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengungkapkan pesawat ATR 42-500 mengalami keluar jalur penerbangan saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, hingga akhirnya menabrak kawasan pegunungan.

Penjelasan tersebut disampaikan Soerjanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Menurut Soerjanto, pesawat seharusnya mendarat melalui runway 21 dan mengikuti Standard Terminal Arrival Route (STAR) yang telah ditetapkan. Namun, pesawat tidak terbang sesuai jalur tersebut.

"Ini yang putih adalah rute pesawat ketika terjadi kecelakaan tersebut. Rute yang kuning tadi yang disampaikan Direktur AirNav bahwa STAR untuk runway 21 itu harus dimulai dari Araja, titik Araja," ujar Soerjanto.

Baca Juga:
Ia menjelaskan, prosedur approach pendaratan runway 21 dimulai dari titik Araja, kemudian menuju poin Openg, dan terakhir Kabip. Namun dalam kejadian ini, pesawat ATR 42-500 tidak menuju titik Araja sebagaimana seharusnya.

"Pesawat seharusnya ke poin Araja, tapi terlewat. Diminta untuk menuju poin Openg, ternyata juga pesawatnya tidak menuju ke poin Openg. Kami juga belum bisa menyampaikan kenapa alasannya," tutur Soerjanto.

Karena poin Openg kembali terlewat, lanjut Soerjanto, pesawat kemudian diarahkan menuju poin terakhir, Kabip, agar dapat memotong localizer sistem pendaratan otomatis atau instrument landing system (ILS). Namun, pesawat tetap terbang keluar jalur yang ditentukan.

Akibatnya, pesawat masuk ke kawasan Pegunungan Bulusaraung sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.

"Terakhir pesawat berbelok ke kanan. ATC menanyakan apakah pesawat berbelok ke kanan dengan heading 245. Diharapkan heading 245 itu bisa memotong ILS sehingga alat pandu pendaratan otomatisnya bisa bekerja," jelas Soerjanto.

"Namun di situ keburu pesawatnya sudah crash, menabrak gunung," tambahnya.

KNKT saat ini masih melakukan investigasi lanjutan untuk mengetahui penyebab pasti pesawat keluar dari jalur penerbangan yang telah ditetapkan.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kecelakaan Pesawat Perintis di Pohuwato, DJPU Segera Lakukan Investigasi
KNKT Paparkan 6 Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182 di Kepulauan Seribu
KNKT Minta Kemenhub Larang Kendaraan Besar Pakai Klakson ‘Telolet’
Libatkan KNKT Usut Jatuhnya Pesawat Latih Bonanza, KSAL: Tak Mau Hasil Direkayasa
KNKT Tegaskan Investigasi SJ182 Belum Usai
Mesin Sriwijaya Air Masih Hidup Sebelum Membentur Air
komentar
beritaTerbaru
KPK OTT Bupati Langkat Syah Afandin

KPK OTT Bupati Langkat Syah Afandin

Medan (harianSIB.com)Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Sumatera Utara, Jumat (3/7/2026). Dalam op