Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Dihadiri Tokoh Nasional dan Pimpinan Gereja, PWGSU Gelar Ibadah Raya Paskah Sabtu Ini!

Victor R Ambarita - Jumat, 17 April 2026 16:53 WIB
308 view
Dihadiri Tokoh Nasional dan Pimpinan Gereja, PWGSU Gelar Ibadah Raya Paskah Sabtu Ini!
Foto: Dok/PWGSU
Foto bersama panitia bersama pemuda gereja dalam rangka persiapan Ibadah Raya dan Seminar Paskah PWGSU beberapa waktu lalu.

Jakarta(harianSIB.com)

Merespons panggilan untuk menjadi terang dan garam dunia di tengah maraknya penyakit masyarakat, puluhan pimpinan denominasi gereja asal Sumatera Utara bersatu dalam wadah Persaudaraan Warga Gereja Sumatera Utara (PWGSU). Organisasi ini bersiap akan menggelar hajatan akbar bertajuk Ibadah Raya dan Seminar Paskah PWGSU di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Mengusung tema "Dalam Kebangkitan Kristus: Hidup Baru, Era Baru, dan Daya Juang Baru" yang didasarkan pada Roma 6:4, perayaan Paskah ini tidak sekadar menjadi ajang persekutuan rohani, melainkan sebuah tonggak kebangkitan moral dan transformasi sosial bagi warga gereja di perantauan dan di daerah asal.

Ketua Umum Panitia PWGSU, Ir. Dumoly Pardede, MBA, menegaskan kehadiran PWGSU didorong oleh urgensi untuk membangun persaudaraan yang melampaui sekat-sekat denominasi demi memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

"Sebenarnya bukan hanya tokoh, lebih luas adalah masyarakat atau warga gereja harus membangun persaudaraan, komunikasi, pemikiran dan langkah-langkah untuk membantu gereja-gereja menjadi pilar penting dalam pembangunan Sumut dan Indonesia," ujar Dumoly melalui keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga:
Dumoly menjelaskan, embrio gerakan ini berawal dari kebanggaan atas peran Sekretariat Bersama (Sekber) Gereja di Sumut. Semangat tersebut kemudian dibawa oleh putra-putri gereja asal Sumut di Jakarta melalui perayaan Natal Bersama pada Desember 2025, yang berujung pada pembentukan PWGSU.

"Tidak mudah, tapi juga ada niatan tulus. Ini bukan organisasi politik dan bukan underbow kekuatan tertentu, sehingga proses pembentukan persaudaraan ini lancar. Dukungan para pimpinan gereja asal Sumut merupakan pondasi utama terbentuknya organisasi ini," tegasnya.

Salah satu agenda krusial dalam Ibadah Paskah nanti adalah pembacaan Prosesi Deklarasi PWGSU. Deklarasi ini memuat sikap "Nol Toleransi" terhadap tiga penyakit masyarakat yang kian meresahkan yaitu narkoba, judi online, dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Gereja merasa perlu turun tangan secara konkret.

"Dalam rapat-rapat tokoh warga gereja Sumut di Jakarta dan berbagai kota di Indonesia, muncul tiga isu besar penyakit masyarakat yaitu narkoba, perjudian dan kejahatan scam seperti pinjol ilegal, secara khusus di daerah Karo, Toba, dan Simalungun," ungkap Dumoly.

Ke depan, PWGSU memposisikan diri sebagai mitra strategis transformasi nasional. Organisasi ini berencana membentuk gugus operasional yang digerakkan oleh remaja dan pemuda gereja. Mereka akan diterjunkan untuk membantu pemerintah dan BUMN dalam mensosialisasikan serta memonitor program-program revitalisasi agar efektif dan tepat sasaran di akar rumput.

Selain deklarasi restorasi moral, acara ini juga memberikan panggung besar bagi generasi penerus melalui Seminar Pemuda-Pemudi Sumut. Seminar ini menghadirkan pembicara sekaliber Hashim Djojohadikusumo (Utusan Khusus Bidang Energi dan Lingkungan Hidup), Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, Dr. Edimon Ginting, Pdt. Prof. Binsar J. Pakpahan, dan Dr. Raden Pardede. Juga, hadir tokoh nasional yang juga Ketua Dewan Penasehat Panitia PWGSU, Martin Hutabarat.

Sementara Anggota Dewan Penasehat Panitia PWGSU, St. Kapler Marpaung, M.Min, menuturkan sesi seminar sengaja dirancang untuk merespons tantangan masa depan yang sudah di depan mata. Generasi muda Kristen dituntut untuk tidak hanya tangguh secara iman, tetapi juga adaptif secara profesional.

"Ekonomi hijau dan era digital di masa depan sudah lahir saat ini. Tentu agar generasi muda kita dapat mempersiapkan diri untuk beradaptasi. Nantinya, ekonomi hijau bisa menjadi persyaratan mutlak atas suatu operasional bisnis di semua sektor," papar Kapler.

Ia mencontohkan, ke depan banyak sektor usaha diwajibkan memiliki sertifikat Environmental, Social, and Governance (ESG). "Jadi, generasi kita jangan sampai kalah bersaing di bidang ini," tambahnya.

Menjelang hari H, panitia optimis Gedung Manggala Wanabakti akan dipenuhi oleh jemaat. Menggunakan sistem 'First Come First Reserved', Kapler menyebut target kehadiran akan disesuaikan dengan kapasitas convention hall yang mencapai 1.000 orang.

"Sebagai gambaran, anggota paduan suara gabungan antar denominasi gereja asal Sumut saja diharapkan 500 orang, kalangan pemuda 500 orang, dan warga gereja lainnya 500 hingga 1.000 orang," rinci Kapler.

Terkait transportasi, panitia mengimbau agar gereja-gereja lokal dapat berkoordinasi secara mandiri maupun menggunakan transportasi umum.

Acara Paskah 18 April 2026 ini diyakini hanyalah permulaan. Dumoly memaparkan pasca-acara, agenda besar PWGSU adalah pematangan organisasi.

"Setelah Ibadah Raya dan Seminar PWGSU, akan ada pematangan organisasi dan pembentukan persaudaraan di berbagai provinsi, dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional (Munas) I untuk menyusun program kerja lima tahunan," terangnya.

Menutup wawancara, Dumoly menyerukan sebuah pesan panggilan (call to action) yang kuat kepada seluruh umat Kristiani asal Sumatera Utara, dimanapun mereka berada.

"Revival solidaritas kekristenan warga Sumut harus segera digelorakan!" pungkasnya.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Usul Hapus Pembahasan Sekolah Minggu di UU
Sultan Deli Berharap Presiden Jokowi Sukses Pada Pilpres 2019
Sekdaprovsu: Sumatera Utara Memiliki Potensi Menjadi Pengekspor Pangan
Ketum H3 Dumoly Pardede: Tragedi Kapal Tenggelam Cermin dari Tragedi Berbagai Aspek di Danau Toba
Barata Bangun Pembangkit Listrik di Sumatera Utara Rp 240 M
Kelompok Pengekspos Kearifan Lokal Juarai Festival Musik Tradisional Sumatera Utara 2017
komentar
beritaTerbaru