Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Wagub Rano Karno Soroti Masalah Tanah Kemayoran yang Belum Selesai Hingga Puluhan Tahun

Redaksi - Sabtu, 25 April 2026 15:24 WIB
103 view
Wagub Rano Karno Soroti Masalah Tanah Kemayoran yang Belum Selesai Hingga Puluhan Tahun
merdeka.com
Wagub Rano Ungkap Biang Keladi Pembangunan di Kebon Kosong Kemayoran, Status Lahan 7 RW Tak Jelas.

Jakarta(harianSIB.com)

Persoalan status tanah di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, yang hingga kini belum selesai mendapat sorotan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Masalah yang sudah berlangsung puluhan tahun ini dinilai menjadi salah satu penghambat utama bagi percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Rano saat melakukan kunjungan bertajuk 'Bang Doel Nyapa Warga' di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026). Ia mengaku menemukan persoalan utama di Kemayoran berkaitan dengan status kepemilikan lahan yang belum jelas.

"Ternyata memang ada permasalahan utama yang besar, yaitu status tanah di sini. Insyaallah ini harus segera kita ratas," kata Rano Karno mengutip detik.com.

Rano mengungkap persoalan lahan itu bahkan membuat sejumlah warga enggan mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Sebab, kata dia, usulan yang diajukan dinilai sulit direalisasikan jika status tanah belum jelas.

Baca Juga:
"Ada tujuh RW yang tidak ingin ikut Musrenbang karena merasa tidak ada gunanya. Kalau status lahannya tidak jelas, ya percuma," ujarnya.

Dia mencontohkan perbaikan infrastruktur seperti jalan tidak bisa dilakukan apabila lahan belum menjadi aset Pemprov DKI Jakarta. Kondisi ini, kata Rano, membuat sejumlah usulan pembangunan terhenti.

Menurut Rano, persoalan status tanah di Kemayoran sudah berlangsung lama, bahkan hampir 35 tahun belum menemukan kejelasan. Oleh karena itu, Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi.

"Kalau sejarahnya kan dulu ini Bandara Kemayoran sebelum pindah ke Cengkareng. Sebagian mungkin milik Pemprov DKI, tapi sebagian memang milik Sekretariat Negara. Nah, itu yang mesti kita tanyakan," katanya.

Rano menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti persoalan ini agar tidak terus berlarut. Ia berharap solusi bisa segera ditemukan sehingga pembangunan di kawasan tersebut dapat berjalan.

"Sudah hampir 35 tahun masalah ini tidak terjawab. Insyaallah nanti kita coba bantu carikan solusinya," imbuhnya.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tindaklanjuti Hasil Musrenbang, Dinas PUPR Deliserdang akan Aspal Jalan Bandarlabuhan-Talunkenas
Plt Bupati Zainuddin Mars Buka Musrenbang RKPD Deliserdang
Warga dan Perangkat Desa Juhar Sergai Gelar Musrenbangdes 2018
Tingkatkan Mutu, Musrenbang Unimed Hadirkan Rektor ITB dn ITS
Permasalahan Status Tanah di Indonesia Belum Jadi Perhatian Serius Pemerintah
Pemkab Tapteng Gelar Musrenbang RPJMD 2017-2022
komentar
beritaTerbaru